Saat ini, nama Xavi Hernandez akan senantiasa dikenang sebagai salah satu playmaker terbaik yang pernah ada di muka bumi. Namun siapa sangka, di tahun-tahun awalnya bersama Barcelona, ia kerap dikritik dengan sadis bahkan sampai disebut kanker yang tak layak bermain bersama Blaugrana.

Memenangkan 17 trofi dalam rentang karir 17 tahun tentu bukanlah pencapaian yang main-main bagi seorang pesepakbola level top Eropa, dan Xavi Hernandez berhasil merengkuh semua itu bersama Barcelona dan juga tim nasional Spanyol. Tapi baru-baru ini, sang pengatur ritme jempolan mengungkap bahwa perjalanannya hingga sekedar diakui sebagai punggawa Barca tidaklah mudah sama sekali.

Xavi berhasl menembus tim inti Barcelona pada tahun 1998, namun kerap dibanding-bandingkan dengan produk ‘generasi emas’ Barca lainnya, Andres Iniesta, yang dianggap lebih mumpuni. “Orang-orang dulu berkata bahwa saya adalah kanker di Barca, dan saya tidak memiliki kemampuan untuk bermain di klub ini. Bersama saya, kami tidak akan pernah memenangkan Liga Champion” tutur Xavi kepada SoFoot.com. “Mereka juga katakan bahwa saya dan Iniesta tidak cocok”

Andres Iniesta baru mengawali debutnya di Barca pada tahun 2002 oleh manajer Louis Van Gaal-yang juga tidak percaya pada Xavi. Pada mulanya, banyak pengamat yang berpendapat bahwa klub Catalan tersebut harus memilih antara Iniesta atau Xavi, tapi semuanya berubah kala Frank Rijkaard datang.

“Iniesta dan Xavi bermain bersama? Itu ‘tidak mungkin’ sampai kedatangan Rijkaard dan Aragones (pelatih timnas Spanyol kala itu). Merekalah yang membuat kami bermain bersama untuk pertama kali. Mereka percaya pada kami dan kami pun membuat mereka bangga. Untungnya kami kemudian memenangkan gelar. Tanpa itu, kami akan dibunuh. Inilah bisnis sepakbola” sindir Xavi.

Pada kenyataannya, setelah dimainkan berdampingan, Xavi dan Iniesta menggila dan meletakkan dasar pertama era kesuksesan ‘tiki-taka’ Barcelona, dan hingga sekarang belum ada lagi tim atau pemain manapun yang bisa sekedar mereplika kekompakan duet maestro tersebut. Dalam kurun waktu 2009-2012, baik Xavi dan Iniesta menjadi finalis penghargaan Ballon D’Or nan prestisius, dimana pada tahun 2010, Xavi berhasil meraih posisi dua dan Iniesta di peringkat ketiga.

Salut!

Comments