Lama tak terdengar, Wayne Rooney kembali mencuat setelah beredar kabar bahwa striker legendaris tersebut sempat ditahan pihak berwenang Amerika Serikat karena membuat kericuhan di muka umum bulan Desember tahun silam.

Rooney meninggalkan Inggris dan bergabung bersama DC United di awal musim silam dan sempat bermain apik, namun rupanya ia belum bisa menghilangkan tabiat badung yang sudah melekat sejak berusia belia. Seperti dilaporkan harian The Mirror, Rooney terpaksa harus berurusan dengan aparat bandara Metropolitan Washington Airport karena melakukan empat tindak pelanggaran sebelum akhirnya dilepas tanpa syarat.

Sedianya, Rooney akan dipanggil untuk menjalani proses hukum di tanggal 24 Januari mendatang, namun batal karena lebih memilih untuk menebus denda sebesar 91 dolar di awal bulan. Seorang juru bicara kantor Sheriff di pusat detensi dewasa Loudoun County membenarkan perihal penangkapan Rooney. “Dia masuk ke sini tanggal 16 Desember 2018 dengan tuduhan berbuat keonaran di muka publik yang meneruskan penahanan oleh Metropolitan Washington Airport Security Police (MWAA)” “Kemudian dia (Rooney) dilepas karena ikatan pengenalan pribadi” tutur sang juru bicara.

Belum lama berselang, juru bicara pihak Rooney sendiri akhirnya mengungkap kronologis kejadian penahanan kepada publik melalui harian Standard. Disebut bahwa Rooney baru saja tiba di bandara Washington selepas melakukan perjalanan bisnis ke Arab Saudi. Selama penerbangan yang berdurasi panjang, mantan punggawa Manchester United itu disebut menenggak alkohol dan juga pil tidur dalam jumlah yang lumayan, sehingga mengalami disorientasi setibanya di bandara. Sang bintang pun didatangi oleh sejumlah polisi yang menahannya karena membuat kericuhan di depan umum, namun ia akhirnya segera dilepas.

Comments