Louis van Gaal, Jupp Heynckes

Louis van Gaal yakin Jupp Heynckes akan menjadi legenda Bayern Munich jika ia pensiun di akhir musim.

Heynckes saat ini menikmati tugas keempatnya sebagai pelatih Bayern, setelah mengambil alih kepelatihan dari Carlo Ancelotti yang dipecat pada bulan Oktober tahun lalu.

Pria 72 tahun itu telah memberi dampak besar untuk transformasi Bayern, dengan klub tersebut meraih keunggulan 17 poin dari Schalke yang berada di posisi kedua klasemen Bundesliga, dengan perempatfinal DFB-Pokal dan perempat final Liga Champions juga berada ditangan.

Heynckes hanya memiliki kontrak sampai akhir musim, dan Van Gaal – yang memenangi tiga trofi selama dua tahun bertugas sebagai pelatih Bayern antara 2009 dan 2011 – mengklaim bahwa pelatih 72 tahun itu harus diberi penghargaan atas karyanya bersama raksasa Bavarians.

“Jika Jupp pensiun di musim panas, itu akan sangat masuk akal, dan saya tidak dapat membayangkannya terus berlanjut saat dia berusia 73 tahun,” kata Van Gaal kepada Bild am Sonntag (18/3/2018).

“Selalu lebih baik untuk berhenti di puncak karirnya, jika dia melakukannya setelah musim ini maka dia adalah dewa di Bavaria.

“Heynckes membuat perbedaan dengan kepribadian, filosofi dan sikapnya terhadap para pemain.”

Van Gaal dipecat oleh Bayern pada April 2011, dimana kepelatihannya dirusak oleh hubungan buruk dengan presiden Uli Hoeness.

Advertisement

Tapi meski menegaskan kembali ketidaksukaannya kepada Hoeness, Van Gaal mengakui bahwa Bayern telah bangkit menjadi lebih kuat dalam kepemimpinan pria asal Jerman itu.

“Heynckes adalah pemimpin tim ini, meski Uli Hoeness selalu menganggapnya sebagai pemimpin FC Bayern, tapi bukan itu masalahnya, karena pemimpinnya selalu dalam diri pelatih,” Van Gaal menambahkan.

“Meskipun saya tidak dapat bekerja dengan Uli, saya harus mengatakan bahwa dia dan (Karl-Heinz) Rummenigge sedang melakukan pekerjaan yang fantastis di Bayern dan memiliki kesempatan besar untuk memenangkan Liga Champions.”

Van Gaal pun masih absen dari dunia pembinaan sejak meninggalkan Manchester United pada 2016 lalu, namun mantan pelatih Ajax, Barcelona dan Belanda itu menegaskan bahwa dia tidak terburu-buru kembali ke bidang manajemen.

“Setelah melatih Ajax, Barcelona, Belanda, FC Bayern dan Manchester United seperti saya, sulit untuk mendapatkan sesuatu yang menarik,” lanjutnya.

“Saya menyukai hidup saya seperti saat ini, meskipun saya tidak mengesampingkan bahwa saya akan menjadi pelatih lagi. Saya telah menolak tawaran dari peserta Piala Dunia, yang baru-baru ini juga sesuatu yang besar dari China.”

Advertisement
Comments