Ulang tahun biasanya dirayakan dengan riang gembira. Tak terkecuali bagi pesepakbola. Namun yang dialami gelandang Leicester City, Wilfried Ndidi justru sebaliknya. Ia justru bersedih hati saat bertambah usia.

Ya, laga Leicester melawan Crystal Palace jatuh saat Ndidi merayakan hari jadinya ke-21. Kemenangan tentunya bakal menjadi kado manis buatnya. Akan tetapi hasil justru berbanding terbalik. Di laga tersebut, The Foxes harus menelan kekalahan dengan cukup telak. Ndidi dan kawan-kawan dihajar tim tamu dengan skor 0-3.

Tiga gol tim tamu dibuat oleh Christian Benteke, Wilfried Zaha, dan Bakary Sako. Bagi Benteke, gol tersebut menjadi gol pertama baginya pasca melewati 1.106 menit tanpa gol dan melakukan 28 tembakan ke gawang. Hasil ini membuat posisi Crystal Palace beranjak dari zona degradasi. The Eagles yang diasuh Roy Hodgson menempati posisi 14 dengan raihan 17 poin.

Apakah kalah 0-3 cukup? Tentu tidak. Pemain asal Nigeria ini diusir wasit Martin Atkinson yang memimpin laga tersebut. Ia menerima kartu kuning pertama pada menit 52. 9 menit berselang, kartu kuning kedua diterima dan membuatnya harus mandi lebih cepat.

Diusir dari lapangan saat ulang tahun tentu bukan hal yang menyenangkan. Tapi Ndidi tidak sendiri. Menurut data BBC Sport, ia menjadi pemain keempat yang kena kartu merah pada hari ulang tahunnya setelah Dwight Gayle (17 Oktober 2015 melawan West Ham), Gerry Taggart (18 Oktober 1997, juga melawan West Ham) dan Les Ferdinand (8 Desember 1993 melawan Liverpool ).

Peran Ndidi memang vital bagi lini tengah Leicester. Ia menjadi pilihan pertama bagi manajer terdahulu The Foxes Craig Shakespeare. Semasa Leicester ditangani manajer baru Claude Puel, posisi Ndidi tetap aman. Dalam 18 pekan laga Premier League, ia selalu menghuni lini tengah, entah berduet dengan Vicente Iborra ataupun Andy King.

Comments