Ketidakjelasan membuat beberapa klub mengurangi porsi latihan. Hal ini pun terjadi kepada Persebaya Surabaya. Menunggu kejelasan kompetisi, tim pelatih dan manajemen memutuskan untuk latihan hanya sampai hari Jumat.

PSSI dan PL LIB baru saja menggelar pertemuan luar biasa klub atau Extraordinary Club Meeting di Yogyakarta, Selasa (13/10). Tercatat, sebanyak 18 klub Liga 1 dan 24 klub Liga 2 hadir dalam meeting ini.

Pertemuan ini digelar paska Liga 1 2020 gagal dihelat pada awal bulan Oktober 2020 lalu. Klub peserta Liga 1 dan 2 memberikan anspirasi mereka soal kelanjutan kompetisi. Pada kegiatan tersebut klub sepakat untuk dilanjutkannya kompetisi pada 1 November 2020 mendatang. Namun, POLRI sudah memberi penegasan tak akan memberikan izin keramaian apa pun selama masa Pilkada, termasuk soal Liga Indonesia.

Memberikan respon atas ketidakjelasan kompetisi, tim pelatih dan manajemen Persebaya Surabaya terpaska menghentikan latihan di akhir bulan November 2020 ini. Persebaya hanya berlatih sampai hari Jumat, (23/10) nanti.

“Anak-anak gairahnya sangat bagus meskipun mereka tahu semua kompetisi belum jelas. Saya juga sudah komunikasi dengan manajer untuk latihan kami hanya sampai hari Jumat, sambil menunggu berita satu dua hari ke depan,” terang Aji Santoso, dikutip Bolazola dari laman resmi Persebaya Surabaya.

Aji pun mengklaim banyak klub sudah meliburkan pemain. Aji pun mengakui kompetisi dihelat bulan November 2020 sulit terlaksana.

“Saya juga lihat sekarang banyak tim yang libur, banyak tim yang pulang ke tempat asal masing-masing. Menurut saya memang kemungkinan sangat berat jika berjalan November, karena ada indikasi-indikasi tim yang di Jogja sudah pada hampir semua pulang,” sambung Aji Santoso.

Soal latihan di sisa bulan Oktober ini, Aji pun memastikan masih sama dengan sebelumnya. Tim pelatih berusaha membuat pemain tidak bosan menjalani latihan ini.

“Latihan hari ini hampir sama dengan kemarin-kemarin. Masih banyak upaya supaya pemain tidak booring, ini tadi ada kompetisi, hanya game setengah lapangan,” pungkas Aji Santoso.

Comments