Ketika Harry Kane terakhir berada di Siprus, dia berhasil mencetak gol dalam kemanangan 2-1 atas AEL Limassol di Liga Europa. Tanggalnya adalah 21 Agustus 2014 silam dan itu adalah gol pertamanya di bawah Mauricio Pochettino dan yang keenam untuk klub tersebut.

Kali ini dirinya muncul dengan menjadi tokoh utama pertandingan dengan torehan hat-trick, setelah menenggelamkan Apoel Nicosia di Liga Champions dengan tendangan keras yang sempurna, kaki kiri, kaki kanan, dan sundulan kepala, dalam urutan gol tersbeut, dan statistik menunjukkan bahwa penuerang tersebut saat ini telah menorehkan 108 gol untuk Tottenham Hotspurs.

Dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun, Kane telah pergi daru harapan pemain muda menjadi salah satu pemain yang paling ditakuti di Eripa dan ini adalah pernyataan terakhir yang dia ciptakan. Tidak ada yang bisa meramalkannya melawan Limassol, dengan Pochettino mengakui hal sebesar itu, tapi langkah demi langkah dan sasaran demi sasaran Kane telah menulis kenaikan yang paling luar biasa. Ini, ingat adalah seorang pemain yang pernah perjuang dengan dipinjamkan ke Norwich City dan Leicester City.

Terkadang lebih baik membiarkan angka-angka tersebut berbicara. Pemain internasional Inggris saat ini memiliki tujuh gol dalam lima pertandingan Liga Champions dan hat-trick yang dia ciptakan menunjukkan bahwa dia berhasil mencatatkan 11 gol dalam tujuh penampilan dirinya untuk klub dan negara pada bulan ini.

Itu adalah malam yang penuh tantangan bagi Spurs. Pochettino dipaksa untuk kehilangan tujuh pemainnya akibat cedera dan skorsing, lapangan tersebut menjadi sulit dan ditambah dengan suasana yang tidak besahabat. Itu bukan merupakan penampilan biasanya bagi Spurs dan Apoel yang mampu memberikan situasi yang menyulitkan setelah tampil dihadapan para pendukungnya. Namun Kane muncul sebagai pembeda yang membuktikan perbedaan antara kedua tim.

Tottenham mampu menemukan cara untuk menyelesaikan pekerjaan mereka untuk memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di Grup H dengan rekor 100% mereka musim ini. Dalam pertandingan tersebut Pochettino juga memperkenalkan Fernando Lloriente untuk bersanding bersama Kane di lini depan, yang mengubah posisi Trippier dari sayap kiri ke bek kanan. Pertandingan tersebut juga menjadi debut pertama bagi pemain berusia 20 tahun, Anthony Georgiou yang berasal dari Siprus.

Comments