Prospek Zinedine Zidane mengambil alih posisi pelatih Bayern Munich “hanya rumor”, menurut Thiago Alcantara.

Tekanan meningkat pada Niko Kovac setelah Bayern gagal memenangkan salah satu dari empat pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi.

Sang juara bertahan berada di urutan keenam klasemen Bundesliga setelah tujuh pertandingan, empat poin di belakang Borussia Dortmund yang memuncaki klasemen, dan dikalahkan 3-0 di kandang oleh Borussia Monchengladbach pada Sabtu lalu.

Zidane, keluar dari pekerjaan setelah mengundurkan diri secara mengejutkan dari Real Madrid menyusul kemenangan ketiga berturut-turut di Liga Champions, telah diprediksi bakal menggantikan Kovac.

Dan bintang Spanyol, Thiago, membantah laporan itu dengan mengatakan kepada Cadena Ser: “Itu hanya rumor. Rumor adalah rumor. Untungnya, ada banyak pemain veteran di Bayern dan kami tahu bagaimana menghadapi ini.

“Kami mencoba bekerja untuk mengubah situasi ini dan bergerak maju. Kami harus bekerja dengan apa yang kami miliki sekarang. Berspekulasi tentang masa depan tidak mencapai apapun.”

Thiago mencatat Bayern membuat awal yang baik untuk musim ini setelah Kovac menggantikan Jupp Heynckes tetapi mengakui bahwa sang juara perlu meningkatkan banyak hal ketika mereka kembali beraksi melawan Wolfsburg pada 20 Oktober mendatang.

“Kami mengawali musim dengan baik, menang dengan meyakinkan tujuh pertandingan resmi pertama kami,” tambah Thiago. “Setelah istirahat jeda internasional (September), kami kembali, dan tim sedikit lelah.

“Kami keluar mencari hasil, tetapi kami menyerah setelah 10 menit dan kemudian itu seperti mimpi buruk, Anda pikir itu tidak lagi terjadi dan setelah itu, semuanya berjalan buruk.

“Sejak saat itu, Anda berada dalam kebutuhan untuk pemulihan. Kami harus tenang agar dapat kembali menjadi diri yang dulu. Lagi pula, hanya dua minggu telah berlalu.

“Kami memiliki tradisi yang indah di Bayern bahwa kami semua bersama dengan keluarga masing-masing setelah pertandingan di sebuah ruangan dan merayakan kemenangan. Itulah mengapa lebih menyakitkan ketika kami kalah.

“Kami ingin memulihkan perasaan-perasaan baik itu, bukan hanya bagi kami para pemain, tetapi untuk para penggemar dan keluarga kami. Di lapangan kami adalah pemain-pemain besar kompetitif yang ingin selalu menang.”

Comments