Carlos Tevez telah memberi tahu Lionel Messi untuk tidak pensiun dari sepakbola internasional setelah Piala Dunia yang kacau di Rusia.

Itu adalah turnamen yang ingin dilupakan Messi dan Argentina, yang tersingkir oleh Prancis pada babak 16 besar dan membuat Jorge Sampaoli dipecat.

Turnamen Argentina dirusak oleh laporan-laporan masalah ruang ganti menyusul kekalahan melawan Kroasia di fase grupm setelah hasil imbang 1-1 dengan Islandia yang meninggalkan raksasa Amerika Selatan itu di ambang pintu keluar yang memalukan.

Messi – masih mencari gelar internasional pertamanya – dan Argentina berhasil lolos ke fase gugur berkat gol penentu atas Nigeria, tetapi kekurangan tim itu benar-benar dimanfaatkan Prancis.

Masa depan Messi pun mnejadi tidak pasti setelah sempat memutuskan pensiun secara singkat ketika timnya mengalami kekalahan di final Copa America melawan Chile pada 2016.

Tevez pun mendesak Argentina untuk berbuat lebih banyak agar memastikan pencetak gol terkemuka sepanjang masa negara itu tetap bermain di level internasional.

“Saya pikir Leo harus berpikir tentang dirinya sendiri,” Tevez – 76 caps Argentina – mengatakan kepada ESPN. “Dia harus berpikir bahwa jika tidak ada proyek yang membuatnya bahagia dan di mana dia merasa nyaman, sangat sulit untuk mengambil tanggung jawab memimpin Argentina untuk menjadi juara sendiri.

“Kami membuang-buang waktu yang tidak membuatnya bahagia dan tidak mampu memberikan sesuatu untuk mencapai target itu. Saya pikir kami salah karena tidak bisa membantunya merasa nyaman.

“Sebagai pemain dan sebagai orang Argentina , aya mengatakan kepadanya bahwa kita membutuhkan dia, bahwa dia mencoba untuk beristirahat, bahwa dia memikirkan dengan kepala dingin dan bahwa kita membutuhkannya.

“Kami membutuhkannya karena dia adalah jiwa Argentina dan selama dia terus bermain sepakbola, itu harus seperti itu karena dia adalah idola terbesar Argentina dan dia harus mengambil tanggung jawab itu.

“Sekarang (saya katakan padanya) waktunya beristirahat, tetap tenang dan mencoba untuk menjadi baik, maka kita membutuhkan dia untuk mengambil alih dan berada di lapangan.”

Sementara itu, fokusnya Argentina adalah menggantikan mantan pelatih Sampaoli. Ricardo Gareca (Peru) dan Jose Pekerman (Kolombia) telah dikaitkan dengan pos kosong itu.

Pekerman membawa Argentina di Piala Dunia 2006 dan Tevez – yang merupakan bagian dari skuad yang mencapai perempatfinal di Jerman – percaya bahwa Asosiasi Sepakbola Argentina (AFA) harus mengembalikan pria berusia 68 tahun itu.

“Saya pikir yang paling dekat kami adalah memenangkan Piala Dunia dengan Jose (Pekerman),” tambah pemain depan berusia 34 tahun itu. “Ketika saya merasa paling dekat untuk memenangkan Piala Dunia adalah dengan Jose. Jika kami mengalahkan Jerman (di perempatfinal 2006), kami tahu kami akan menjadi juara dan kami kalah dalam adu penalti.

“Era Jose telah mengajari saya banyak hal sejak saya masih kecil, saya sangat berterima kasih kepadanya, kepada Hugo Tocalli, kepada profesor (Gerardo) Salorio kepada [(duardo Julio) Ortasun … karena hari ini saya adalah saya karena mereka menaruh butiran pasir pada apa yang saya miliki, saya akan selalu berterima kasih kepada mereka karena mereka mengajari saya banyak hal.”

Comments