MOSCOW, RUSSIA - JULY 15: N'Golo Kante of France poses with the Champions World Cup trophy after the 2018 FIFA World Cup Russia Final between France and Croatia at Luzhniki Stadium on July 15, 2018 in Moscow, Russia. (Photo by Michael Regan - FIFA/FIFA via Getty Images)

Gelandang tangguh N’Golo Kante bermain tidak terlalu istimewa kala timnya menghempaskan Kroasia di final Piala Dunia. Belakangan terungkap bahwa ternyata sang punggawa Chelsea tersebut bertanding dalam kondisi sakit.

Di laga krusial tersebut, Kante akhirnya digantikan oleh pelatih Didier Deschamps di menit 10 babak kedua. Menurut laporan Le Parisien, penampilan standar sang jangkar yang tidak biasanya tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh penyakit yang diidapnya sesaat sebelum pertandingan berlangsung. Kante didiagnosa menderita gastroentritis / masalah pencernaan akut, yang membuatnya tidak mampu bermain penuh selama 90 menit.

Jika berita yang beredar benar, maka Kante telah menunjukkan komitmen yang luar biasa untuk membela Prancis. Pasalnya, penyakit sejenis maag tersebut, jika tidak ditangani dengan baik, dapat menjadi fatal dan membahayakan nyawa pengidapnya. Sejumlah gejala utama gastroentritis meliputi muntah, diare dan rasa sakit di bagian bawah perut. Untungnya, Kante bisa menjalankan perannya di lapangan tanpa menunjukkan gejala di atas, yang tentunya bisa menciptakan pemandangan memalukan di panggung sebesar Piala Dunia.

Hebatnya lagi, meski bertanding dengan penyakit tersebut, Kante masih bisa mengimbangi lini tengah Kroasia yang diisi nama-nama sekaliber Luka Modric, Ivan Perisic dan Ivan Rakitic, sebelum Deschamps membuat keputusan bijak dengan menariknya keluar. Les Bleus pun akhirnya mengangkasa dan memenangkan laga dengan skor 4-2.

Keadaan tersebut juga mungkin dapat menjelaskan kenapa Kante sangat malu-malu untuk turut mengangkat trofi Piala Dunia. Ia merasa tidak mampu berkontribusi maksimal, dan tidak menggunakan penyakitnya untuk mencari simpati sedikitpun. Mantan punggawa Leicester itu semakin meneguhkan predikat sebagai salah satu pemain terbaik di dunia yang mampu memfokuskan diri pada sepakbola dan bukan hingar bingar lampu sorot ketenaran. Salut untukmu, Kante!

Comments