Ryan Giggs

Ryan Giggs mengungkapkan bahwa dia berbicara dengan mantan manajer Manchester United, Alex Ferguson, sebelum mengambil alih posisi sebagai pelatih tim nasional Wales.

Mantan pemain sayap United yang menghabiskan 23 tahun di bawah asuhan Ferguson di Old Trafford itu akhirnya dikonfirmasi sebagai pelatih baru Wales pada hari Senin.

Penunjukan Giggs dilakukan menyusul pengunduran diri Chris Coleman pada bulan November, sementara pria 44 tahun itu sebelumnya terkait dengan lowongan manajerial di Swansea City, klub Wales yang bermain di Premier League.

Setelah David Moyes gagal meneruskan tugas rekan senegaranya di musim pertamanya, Giggs mengambil alih kepelatihan sementara United dengan empat pertandingan terakhir musim 2013-14, dan kemudian bekerja sebagai asisten Louis van Gaal.

Dia memutuskan hengkang setelah kedatangan Jose Mourinho dan dalam sebuah konferensi media pada hari Senin, Giggs mengkonfirmasi bahwa dia telah meminta nasehat dari Ferguson untuk mengambil pekerjaan besar ini.

“Akan sangat bodoh jika saya mengabaikannya (Ferguson),” kata Giggs, dilansir Sky Sport (16/1/2018). “Dia salah satu manajer terbaik sepanjang masa.

“Saya berbicara dengannya tapi saya ingin menjadi manajer dengan cara saya sendiri, saya adalah pribadi saya sendiri.”

Penunjukan Giggs disambut dengan reaksi beragam di antara beberapa pendukung, namun pria yang memiliki 64 caps untuk negaranya itu tidak terpengaruh oleh kritik apapun.

“Saya tidak memandang apapun di media sosial, banyak hal buruk disana. Saya tahu kritik akan datang dan saya akan memberikan segalanya untuk pekerjaan saya, untuk negara saya.

“Keindahan sepakbola adalah setiap orang memiliki pendapat dan Anda harus menerimanya. Saya melakukannya sebagai pemain dan saya akan bekerja keras untuk menghasilkan tim juara.

“Karir cemerlang sebagai pemain tidak berarti Anda akan menjadi pelatih yang baik. Tapi saya akan melakukan apa yang saya lakukan sebagai pemain. Saya ingin menikmatinya, saya punya banyak pemain yang bisa diajak kerja sama.

“Siapa yang bisa melupakan Euro? Sebagai warga Wales dan takluk di semifinal, tentu saja itu pencapaian luar biasa. Saya ingin membawa semangat itu lagi, motivasi yang lebih besar dan berharap trofi untuk negara ini.”

Comments