Persija Jakarta akhirnya mengambil sikap soal gaji pemain di tengah pandemi Covid 19. Setelah menimbang arahan dan keputusan PSSI soal penundaan Liga 1 2020, Persija Jakarta memutuskan akan melakukan penyesuaian gaji pemain. Selama 3 bulan ( Maret- Juni ), pemain akan menerima 25 % dari gaji yang ada dalam kontrak.

Demi menghindari penyebaran Covid 19, Manajemen Persija Jakarta sudah meliburkan pemain sejak pertengahan bulan Maret 2020 lalu. Persija Jakarta sendiri meliburkan pemain sesuai surat edaran dari Pemerintah DKI Jakarta soal Covid 19. Surat edaran ini berisi seruan untuk menghentikan segala kegiatan perkantoran, pariwisata, dan segala bentuk keramaian dalam rangka pencegahan penyebaran pandemi Corona (COVID-19).

Pemain Persija Jakarta kini melakukan latihan mandiri di rumah masing-masing. Tim pelatih Persija Jakarta tetap melakukan pemantauan latihan. Para pemain juga diwajibkan menjaga kesehatan dan asupan makan serta vitamin.

Sementara itu perihal gaji pemain dan ofisial, manajemen Persija Jakarta telah membuat keputusan. Merujuk pada surat PSSI 27 Maret lalu terkait penghentian kompetisi sementara serta rujukan penyesuaian besaran gaji untuk pemain, pelatih, dan ofisial selama kompetisi terhenti, maka Persija memutuskan membayar gaji seluruh anggota tim sebesar 25% mulai bulan Maret – Juni 2020.

Direktur Olahraga Persija, Ferry Paulus, menegaskan pihak Persija mengikuti instruksi dari PSSI soal masalah gaji pemain. Ferry Paulus mengakui Persija kehilangan banyak pendapatan setelah Liga 1 ditunda kembali. Ferry Paulus mengajak semua pihak bekerja sama untuk memerangi virus Corona ini.

“Prinsipnya kita ikut instruksi PSSI. Saat ini semua tahu bahwa pemasukan klub bisa dibilang berhenti. Semua harus bergandengan tangan untuk melawan dan memerangi virus corona. Kesehatan tim adalah prioritas kami,” ujar Ferry Paulus, dikutip dari laman resmi Persija Jakarta.

Comments