Nasib sial tengah melanda Persebaya Surabaya. Klub kebanggaan masyarakat Surabaya ini terancam masuk zona degradasi. Tapi bukan hanya itu, ditengah upaya menjauh dari zona degradasi, Persebaya Surabaya pun kini dilanda badai cedera.

Persebaya Surabaya baru saja menelan kekalaha kedua beruntun di Liga 1. Menjamu Borneo FC, Persebaya Surabaya harus mengakui ketangguhan dari Borneo FC dengan skor 0-1, Sabtu (13/10) malam WIB. Penderitaan Persebaya Surabaya bertambah usai pemain andalan di lini tengah yaitu Robertino Pugliara, mengalami cedera serius usai laga melawan Persebaya Surabaya.

Diagnosa sementara dari tim manajemen Persebaya Surabaya, Robertino Pugliara mengalami cedera patah tulang fibula. Robertino Pugliara menjadi pemain kelima Persebaya Surabaya yang mengalami cedera menjelang berakhirnya Liga 1.

Keempat pemain Persebaya Surabaya yang mengalami cedera itu diantaranya adalah Nelson Alom, Raphael Maitimo, Izaac Wanggai, dan David da Silva. Rentetan badai cedera ini membuat pelatih Persebaya Surabaya harus memikirkan strategi yang pas untuk mengantisipasi pemain yang cedera itu. Persebaya Surabaya sendiri tidak bisa menambah pemain lagi karena bursa transfer Liga 1 telah ditutup.

“Kami hanya tinggal memaksimalkan pemain yang ada. Saya tidak bisa mengutak-atik,” ucap Djadjang Nurjaman.

Djajang Nurjaman pun kini harus memanfaatkan pemain yang ada. Kelima pemain yang cedera itu sendiri kebanyakan berada di posisi tengah dan depan. Mengenai pengganti Robertino, Djadjang bisa memaksimalkan sejumlah nama seperti Rendi Irwan Saputra, Fandi Eko Utomo, Misbakhus Solikin, dan Adam Maulana. Namun untuk posisi yang ditinggalkan oleh David da Silva, Persebaya Surabaya tidak punya pemain yang sepadan. David Da Silva sendiri akan absen kurang lebih 2 minggu.

“Saya harus dorong Fauzi untuk bekerja lebih baik lagi. Sebab David tidak bisa bermain untuk dua hingga tiga pertandingan ke depan,” ujar Djanur kembali.

Meski terancam masuk zona degradasi, Djanur punya keyakinan untuk dapat bertahan di Liga 1. Alasan utamanya karena Persebaya Surabaya masih memiliki lima laga kandang.

“Kami masih punya peluang untuk lolos dari degradasi. Kami masih menyisakan lima pertandingan kandang. Mudah-mudahan kami bisa maksimal di lima pertandingan kandang itu,” tutur Djanur.

 

Comments