Penyerang Stoke City, Bojan Krkic telah memberanikan diri untuk mengungkap pergumulannya dengan gangguan kecemasan (anxiety) yang menghantui sejak masa awal karirnya.

Krkic mengawali karir di Barcelona sebagai salah satu jebolan terbaik akademi La Masia yang mencetak nyaris 900 gol di usia muda sebelum menjadi pemain termuda yang membuat debut di La Liga, mengalahkan megabintang Lionel Messi.

Saat ini, meski tidak bisa mencapai level permainan Messi, Krkic bisa dikatakan menjalani karir cukup sukses sebagai Journeyman; ia tercatat sebagai satu dari segelintir pemain Spanyol elitn yang mampu mencetak gol di lima liga Eropa berbeda, namun pada media baru-baru ini, Krkic mengisahkan tentang gangguan jiwa akut yang terus menyerangnya secara rutin, bahkan sampai membuatnya urung menerima panggilan tim nasional Spanyol di tahun 2008.

“Saat saya muncul, saya adalah ‘Messi Baru'” tutur Bojan membuka kisahnya. “Well, ya, jika anda membandingkan saya dengan Messi..tapi karir seperti apa yang anda harapkan Dan ada banyak hal yang orang lain tidak tahun. Saya tidak pergi ke EURO 2008 karena masalah kecemasan (anxiety), tapi kami bilang bahwa saya pergi berlibur. Saya dipanggil oleh Spanyol untuk menghadapi Prancis, debut internasional saya, dan saya disebut menderita gastroentritis saat sebenarnya saya terkena serangan kecemasan. Tapi tak ada orang yang mau membicarakan tentang itu. Sepakbola tidak tertarik” cetusnya getir.

Advertisement

“Kecemasan mempengaruhi semua orang secara berbeda. Saya berbicara pada seseorang yang merasa bahwa jantung mereka berdetak 1000 kali setiap menitnya. Bagi saya, itu adalah rasa pusing, mual secara konstan 24 jam sehari” ujar Bojan menuturkan sakit fisik yang dideritanya akibat gangguan kecemasan.

Lebih lanjut, Bojan mengatakan bahwa perlakuan media terhadapnya saat itu menggoreskan bekas yang mendalam. “Sehari (setelah saya menolak panggilan), saya melihat judul koran ‘Spanyol memanggil Bojan dan Bojan bilang tidak’. Itu membunuh saya, seolah-olah saya tidak peduli.” ungkapnya. “Anda masih memiliki bekas luka itu. Tidak terbuka, tapi anda bisa merasakannya menarik swaktu-waktu, sebagai pengingat. Saya muda waktu itu, dan cepat melalui segala hal, tapi dalam konteks media, bagaimana orang melihat anda, itu memberi saya sedikit kerusakan” pungkas Bojan sendu.

Advertisement
Comments