Nama besar Lionel Messi bukanlah isapan jempol belaka. Julukan ‘alien’ pun telah cukup lama disandang pebola bertubuh mungil itu, bukan karena ia memiliki dua kepala ataupun tiga pasang kaki, melainkan murni karena talentanya yang di luar nalar kala mengolah si kulit bundar; seperti yang lagi-lagi ditunjukkannya pada laga kontra Atletico Madrid pekan silam yang (sayangnya) berakhir dengan skor imbang 1-1.

Meski berada di fase akhir karirnya, Messi tetaplah sosok yang berbahaya di lapangan bagi para pemain bertahan lawan. Punggawa Barcelona bernomor punggung 10 itu kembali mempertunjukkan aksi magisnya di stadiun Wanda Metropolitano kebanggaan Atletico Madrid. Korbannya kali ini adalah bek sayap veteran Felipe Luis.

Dalam satu kesempatan di laga tersebut, Messi menerima bola di sisi kanan lapangan, tepat di ujung garis tengah dan berada di area lawan. Selain Luis, Saul Niguez dan Luis Hernandez juga telah merangsek maju untuk mencegah ‘Si Kutu’ melakukan aksinya. Karena arah yang cukup tinggi, Messi hanya bisa menyentuh bola dengan kepalanya, dan ia pun menyundul bola tersebut secara vertikal.

Tindakan Messi memantulkan bola di udara tersebut membuat tiga penjaganya memiliki kesempatan sepersekian detik untuk mengepung serta mencegahnya mengalirkan bola; yang tentu saja akan berhasil bila yang mereka hadapi adalah pemain biasa, bukan Messi..

Ketika trio pemain bertahan Madrid mengambil posisi untuk mengepung Messi, pemain asal Argentina tersebut serta merta mengubah posisinya untuk menerima bola. Dengan cerdas ia membelakangi Luis guna mengamankan tempat jatuhnya bola dengan tubuhnya, kemudian sesuatu yang luar biasa pun terjadi; seiring dengan bola meluncur kembali ke tanah, Messi mengontrolnya dengan ujung sepatu, dan dengan satu sentuhan, menggiringnya ke arah belakang tanpa melihat hingga bola lolos di antara kaki Luis. Sang maestro kemudian dengan cepat berbalik arah dan berlari menyongsong bola, melenggang meninggalkan kawalan Luis sekaligus dua rekannya.

Gerakan yang dilakukan Messi memang sekilas sangat sederhana, hanya terdiri dari satu sentuhan pokok, namun hal itu membutuhkan kecepatan berpikir, kecerdasan menempatkan posisi dan kontrol bola yang sangat baik. Pemain lain mungkin hanya akan menghentikan bola di kaki mereka dan menunggu rekan lainnya datang menjemput, namun tidak demikian dengan Messi.

Ia melihat sesuatu yang berbeda; sebuah ruang di belakangnya, meski tidak melihat langsung, Messi percaya ia bisa melalui celah sempit itu dan mengeksekusi sebuah flick jenius untuk mewujudkannya. Gilanya lagi, ia sama sekali tidak perlu melihat mata Luis ataupun pengawalnya yang lain untuk melakukannya.

Sekali lagi, Si Kutu telah ‘mengelabui’ kita semua dengan cara yang tiada duanya

 

Comments