Jupp Heynckes

Pelatih Bayern Munich, Jupp Heynckes, berambisi menghentikan rekor positif Paris Saint-Germain dan Neymar dengan cara yang sama seperti saat melawan Barcelona dan Lionel Messi pada 2013 lalu.

Juara Bundesliga itu menghancurkan Barca di semifinal Liga Champions empat tahun lalu, menang 4-0 di Allianz Arena sebelum mengklaim kemenangan 3-0 di Camp Nou dalam usaha memenangkan trofi Eropa tersebut.

Heynckes kembali ke Bayern setelah PSG mengalahkan mereka dengan skor 3-0 di bulan Oktober, yang menyebabkan dipecatnya Carlo Ancelotti.

Pelatih berusia 72 tahun itu berharap timnya menghasilkan performa yang jauh lebih baik dini hari nanti dan mengatakan kekokohan lini pertahanan akan jadi faktor penting untuk meredam serangan Neymar, Kylian Mbappe dan Edinson Cavani.

“(Kemenangan) itu hanya mungkin didapat secara kolektif,” katanya dalam sebuah konferensi pers, dikutip Sky Sport (5/12/2017). “Saya mengenal Neymar dengan baik karena saya sering menonton Barcelona dalam beberapa tahun terakhir.

“Dia pemain yang jago menggiring bola, dia berbahaya, kreatif dan suka terlibat dalam permainan. Kemudian juga ada Mbappe, dan di usia 18 tahun, dia sangat luar biasa.

“Kami akan mencoba menyelesaikan berbagai hal dengan bermain kolektif, tidak mudah melawan Messi dan (Andres) Iniesta pada tahun 2013. Tapi mereka manusia biasa dan penyerang kami tidak seburuk itu, lalu ada pertahanan lawan yang harus dipikirkan.”

Bayern telah mengamankan tempat di babak 16 besar, bersama PSG, dan hanya mereka bisa memuncaki klasemen jika menang dengan selisih gol.

Kingsley Coman dan Niklas Sule berbicara tentang keinginan untuk membalas kekalahan di Paris dan Heynckes yakin ini adalah kesempatan besar bagi para pemainnya.

“Tentu saja, kami ingin menang dan bermain bagus, tapi lawan kami adalah tim yang bagus dengan pelatih kelas dunia,” kata Heynckes, yang memastikan James Rodriguez akan terlibat dalam pertandingan tersebut. “Mereka adalah tim yang dibentuk dengan baik yang tidak hanya mengandalkan superstar.

“Saya tidak menyukai kata ‘balas dendam’ dalam sepakbola. Ini akan menjadi pertarungan di tingkat tertinggi karena sebuah tim tradisional seperti Bayern melawan kekuatan yang baru muncul seperti PSG.

“Bagi para pemain, terutama pemain Prancis, pertandingan ini hanyalah pertandingan Liga Champions biasa.”

Comments