Sven-Goran Eriksson membeberkan keyakinan bahwa China akan menjadi “kekuatan super” dan akan muncul di semifinal Piala Dunia atau final dalam 15 tahun ke depan.

Negara Asia tersebut sekarang berada di peringkat ke-75 FIFA, tetapi dalam beberapa tahun terakhir perkembangan Liga Super China telah meningkat pesat karena banyaknya pemain-pemain bintang yang direkrut oleh klub-klub yang bersaing.

Sedangkan tim nasional-nya memiliki kualifikasi sekali untuk Piala Dunia pada tahun 2002 ketika mereka kalah di semua pertandingan dalam fase grup.

Eriksson, yang memiliki pengalaman melatih atas tiga klub di China, percaya bahwa saat olahraga menjadi lebih populer dan prioritasnya tetap pada sepakbola, tim internasional negara itu akan terus membaik.

Dan dia mengatakan kepada The Independent: “Sepuluh tahun yang lalu, mungkin satu atau dua dari sepuluh anak akan menendang bola. Sekarang, sejak lima tahun lalu, presiden mengatakan ‘sepakbola ada di setiap sekolah, prioritasnya adalah sepakbola’.

“Jadi, sekarang setiap anak memainkan sepakbola. Ada 1,3 miliar orang, jadi jika pemain berbakat tidak keluar dari jumlah itu, saya akan sangat terkejut.

“Dalam waktu sepuluh tahun, mereka akan menjadi kekuatan super. Dalam waktu 15 tahun, China akan bermain di semi final atau final Piala Dunia.

“Mereka menginvestasikan banyak uang untuk pelatih dan pemain besar. Tapi apa yang mereka lakukan sebenarnya adalah berinvestasi dalam sepakbola akar rumput.”

Mantan pelatih timnas Inggris itu juga mengungkapkan bagaimana pesatnya perkembangan sepakbola China dan maraknya klub-klub disana yang berani mendatangkan pemain kelas dunia untuk bersaing di kompetisi lokal dan internasional.

“Jelas investasi dalam sepakbola selalu berjalan sangat baik, ada antusiasme dan juga banyak orang yang menyukai olahraga ini,” tambahnya.

“Para pemilik modal juga berani bersaing dan ini meningkatkan kualitas kompetisi, saya juga sangat mengapresiasi bagaimana kepemerintahan memberi dukungan untuk mengembangkan liga sampai bersaing di kompetisi internasional.

“Mungkin hal seperti ini juga bisa ditiru oleh negara-negara yang ingin kompetisi sepakbola berkembang, dan tentu saja itu bisa dilakukan dengan banyak dukungan dari berbagai pihak.”

Comments