Pelatih tim nasional Rusia , Cherchesov, telah diberi penghargaan dengan perpanjangan kontrak dua tahun karena berhasil membawa negara Beruang Merah itu tampil mengesankan ke perempatfinal Piala Dunia.

Perjanjian itu berarti pria 54 tahun tersebut akan tetap di puncak kepelatihan sampai Euro 2020 dengan Uni Sepakbola Rusia mempertahankan opsi perpanjangan dua tahun lebih lanjut.

Setelah masuk sebagai tim peringkat terburuk, negara tuan rumah itu tampil melebihi ekspektasi untuk mencapai putaran gugur Piala Dunia dengan kemenangan fase grup yang komprehensif atas Arab Saudi dan Mesir.

Mereka kemudian secara mengejutkan mengalahkan Spanyol melalui adu penalti yang menegangkan di babak 16 besar, sebelum kalah dengan cara yang sama melawan Kroasia yang melangkah ke final kompetisi.

Cherchesov diberi ucapan selamat oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan sekarang melihat ke depan untuk membangun tim menjadi lebih kuat dan juga membuat generasi yang dikembangkan.

“Saya senang bahwa kami akan terus bekerja dengan tim Rusia,” katanya, dikutip Eurosport. “Dalam hal hasil tim, standar dinaikkan cukup tinggi. Saya ingin melanjutkan lebih jauh dengan semangat yang sama.

Advertisement

“Kami memahami ukuran penuh tanggung jawab kami, kami akan melakukan pekerjaan kami dengan martabat.

“Jelas ini adalah penghargaan dan juga kehormatan penting atas kepercayaan untuk memimpin suatu negara dalam berbagai kompetisi, saya juga yakin para pemain ini akan berkembang dan semakin baik untuk turnamen berikutnya.”

Prestasi Cherchesov menyebabkan inklusi pada 11 orang dalam daftar pendek untuk penghargaan Best FIFA Men’s Coach tahun 2018.

Ditanya tentang perasaannya karena masuk dalam kandidat pelatih terbaik versi FIFA, Cherchesov menambahkan: “Ini adalah hal yang diluar dugaan, saya tidak pernah sedikitpun berpikir disejajarkan dengan orang-orang hebat.

“Saya hanya percaya bahwa para pemain melakukan tugas dengan baik dan ingin membuat penggemar yang datang bahagia, kami melakukannya dalam situasi sulit dan kerja keras kami terbukti sangat memiliki dampak positif.”

Dimana ia juga pernah mengelola klub seperti Spartak Moscow dan Legia Warsaw sebelum menduduki jabatan teratas negaranya pada bulan Agustus 2016.

Advertisement
Comments