Usai Persib kalah 0-1 dari PSMS Medan di pekan ke-30 yang lalu, kabar tak sedap langsung datang menghampiri kubu tim berjuluk “Maung Bandung” ini. Media sosial di beberapa hari terakhir tengah digegerkan dengan isu pengaturan skor yang dilakukan oleh pemain Persib Bandung.

Tercatat ada 4 pemain Persib Bandung yang “dituduh” melakukan pengaturan skor pada saat Persib Bandung kalah 0-1 dari PSMS Medan.Dikutip dari Antara, empat pemain Persib itu adalah: Supardi Nasir, Ghozali Siregar, Hariono, dan Ardi Idrus disebut menerima suap dan terlibat pengaturan skor.

Kubu Persib Bandung langsung menanggapi isu ini dengan cepat. Manajer Persib Bandung, Umuh Muhtar, langsung bereaksi atas tuduhan kepada keempat pemain tadi. Pria yang kerap disapa Wa Umuh Umuh mengaku tidak tahu menahu atas tuduhan yang diarahkan kepada mereka.

“Saya sudah bicara langsung dengan Supardi, Ardi, termasuk Hariono sampai nangis kayak anak kecil. Sakit sangat sakit dia bilang. Main tiga puluh kali, satu kali salah masa dibegitukan itu tidak benar,” kata Wa Umuh Muhtar.

Selain itu, Wa Umuh Muhtar pun berjanji mengusut tuntas atas tuduhan yang menimpa keempat Persib Bandung tadi.

“Harus diusut karena ini sudah jelas pelecehan dan mencemarkan nama baik. Kita tuntut orang yang menuduh mereka. Tapi kalau seperti ini, saya harus buka saja biar masyarakat dan Bobotoh tidak simpang siur serta tidak pusing,” Tegas Wa Umuh Muhtar.

Akibat tuduhan pengaturan skor yang menimpa keempat pemain tadi, Mario Gomez pun tidak membawa tiga pemain ( Supardi Nasir, Ghozali Siregardan Ardi Idrus) tertuduh taditadi pada laga melawan PSIS Semarang di pekan ke-31 lalu. Meski Mario Gomez memberikan alasan tiga pemain tadi karena masalah teknis dan kebugaran, dugaan pengaturan skor menjadi alasan terkuat dari absennya ketiga pemain tadi.

Persib Bandung kini sudah semakin sulit menjadi juara Liga 1 tahun 2018 ini. Isu pengaturan skor menambah deretan masalah yang menimpa Persib Bandung. Kini Persib Bandung harus segera berbenah sebelum berlaga di sisa laga Liga 1 tahun 2018 ini.

Comments