old, grunge wood panels used as background

Kendati terseok-seok di kancah Liga Primer dan tak pernah menjadi tim papan atas, Stoke City dikenal memiliki akademi pemain muda mutakhir dengan sejumlah terobosan yang bahkan tak dimiliki akademi ternama lain seperti La Masia. Yang terbaru, terungkap bahwa Stoke memiliki metode untuk menghilangkan kesenjangan umur yang selama ini terlalu sering menjadi penentu kemenangan di kompetisi usia muda.

Secara prinsip, kendala utama kompetisi muda selama ini adalah tim yang rata-rata berusia lebih tua hampir dipastikan akan selalu menang melawan tim yang lebih junior. Hal inilah yang tengah diteliti secara mendalam oleh tim riset Stoke, dan mereka belum lama ini merilis pemecahan potensial untuk masalah tersebut.

Dalam satu laporan di situs resmi klub, dilaporkan bahwa eksperimen mereka dalam membentuk tim dari campuran usia 9 dan 10 tahun serta 11 dan 12 berhasil menciptakan tim berkekuatan setara dalam format tujuh lawan tujuh. Keberhasilan tersebut bisa merevolusi metode pelatihan dan pengelompokan pemain di Inggris secara keseluruhan pada masa mendatang.

“Ide di balik evolusi turnamen yang berdasarkan pada penelitian dari Institusi Cyruff yang menemukan bahwa tim dengan rata-rata usia lebih besar hampir selalu menang dalam laga melawan tim yang lebih muda darinya” tutur kepala akademi Sains Olahraga dan Pengembangan Atletik Stoke City, Paul White.

“Dari sisi pelatih, mereka bisa melihat pemain di situasi berbeda, seperti pemain yang lebih kecil berkompetisi bersama pemain yang lebih tua untuk memberi mereka tantangan secara psikologis. Pemain muda lebih bersemangat terhadap tantangan untuk digabung dalam satu tim dengan pemain tua, sementara yang tua bisa lebih melatih kepemimpinan mereka, jadi ini sangatlah baik untuk para pemain muda tersebut”

Comments