Sayap andalan Manchester City, Raheem Sterling, dikabarkan baru saja gagal mencapai kata sepakat dengan pihak klub perihal kontrak barunya. Jumlah gaji rumornya menjadi faktor utama yang menyebabkan persetujuan antara kedua pihak urung terjadi hingga saat ini.

Menurut laporanĀ Sky Sports, City berniat untuk mengamankan jasa Sterling hingga tahun 2022 sebelum Piala Dunia bergulir sebagai antisipasi jika performa sang pemain terus mengalami peningkatan di ajang tersebut serta menjadi rebutan banyak klub elit Eropa. Namun kendati proses negosiasi telah dimulai sejak akhir musim silam, belum ada kata sepakat antara kedua pihak. Sejumlah sumber dalam menyatakan bahwa gaji menjadi salah satu penghalang bubuhan tandatangan Sterling di perpanjangan kontraknya.

Sterling, yang mencetak total 23 gol di semua kompetisi untuk City musim silam hingga menjadi kampiun Liga Primer, memang hanya memperoleh setengah dari pemilik gaji tertinggi di klub tersebut saat ini, Kevin De Bruyne. Sejumlah penasihat Sterling, seperti dipaparkan harianĀ Sky, percaya bahwa pemuda berusia 22 tahun tersebut harus memperoleh upah setara dengan sang playmaker asal Belgia karena kontribusinya sepanjang musim kompetisi silam.

Hanya empat pemain Liga Inggris yang mencetak lebih banyak gol dari Sterling di musim 2017 / 2018, dan beberapa gol di sejumlah laga terakhirnya menjadi faktor utama City dapat mendulang poin penuh demi memastikan raihan posisi puncak di klasemen. Jika ditilik lebih jauh secara statistik, Sterling terlibat dalam total 40 gol City di seluruh kompetisi; lebih banyak ketimbang De Bruyne yang hanya berkontribusi di 33 gol.

Sesungguhnya, kontrak Sterling di City masih menyisakan dua tahun lagi, jadi masih terlalu dini untuk menyebut punggawa timnas Inggris tersebut berniat untuk hengkang, Namun jika di Piala Dunia ia dapat mempertahankan performa serta membawa Three Lions melangkah lebih jauh, bisa jadi pihak City akan dibuat lebih pusing lagi dalam menghitung gaji per pekan eks-punggawa andalan Liverpool tersebut.

Comments