Cesc Fabregas mengungkapkan kekesalannya pada pemecatan Thierry Henry sebagai pelatih AS Monaco, dengan Leonardo Jardim bersiap untuk “memulai dari awal” ketika ia kembali di kursi panas tersebut.

Mantan gelandang Chelsea itu bergabung dengan Monaco awal bulan ini untuk bergabung dengan mantan rekan setimnya di Arsenal (Henry), tetapi legenda hidup Premier League itu dipecat dari pekerjaan kepelatihan senior pertamanya saat klub karena gagal membawa tim keluar dari masalah degradasi Ligue 1.

Terlepas dari bentuk tim yang buruk, Fabregas tidak mengharapkan Henry untuk pergi dan menguraikan kesulitan atas situasinya, meskipun ia mendukung pria asal Prancis itu untuk sukses sebagai pelatih di tempat lain.

“Salah satu alasan utama, besar bagi saya untuk datang ke sini adalah bahwa Thierry memanggil saya,” kata Fabregas kepada wartawan, dikutip ESPN.

“Thierry mengenal saya dengan sangat baik, dia ingin saya menjadi pemimpin tim ini, dia ingin saya memainkan setiap pertandingan, setiap menit di posisi saya.

“Saya hanya bermain dua pertandingan di bawahnya, jadi tentu saja, seperti yang dapat Anda bayangkan, rencana dan pikiran menjadi sedikit terkejut selama beberapa jam, selama beberapa hari.

“Tetapi di atas semua itu saya yakin Thierry akan menjadi pelatih top, di masa depan, saya tidak ragu tentang hal itu. Dan dari sudut pandang saya, ini adalah apa adanya. Saya tidak terkejut dengan sepakbola semacam ini lagi.

“Yang bisa saya katakan adalah saya bekerja untuk Monaco, saya bermain untuk Monaco. Saya membuat keputusan itu dan saya akan memberikan segalanya.”

Jardim, yang baru saja mengundurkan diri awal musim ini, telah kembali sebagai pengganti Henry dan akan bertanggung jawab atas pertandingan Coupe de la Ligue dengan Guingamp pada Rabu dini hari nanti.

Meskipun Jardim membawa Monaco meraih gelar Ligue 1 dan mencapai semifinal Liga Champions dua musim lalu, ia yakin ia mulai dari basis yang rendah.

“Saya mulai dari awal,” kata Jardim. “Kami lupa apa yang terjadi. Tujuannya adalah mengambil setiap kesempatan, untuk membuat perubahan yang diperlukan dengan cepat untuk mencapai tujuan kami.

“Kami berbicara banyak tentang metodenya, tetapi sepakbola lebih kompleks dari itu. Sepakbola adalah kualitas pemain, kelompok, hubungan juga sikap. Dalam situasi kami, kami membutuhkan pemain yang kuat secara mental siap untuk bekerja keras.”

Comments