Striker milik PSG, Neymar, telah mengungkapkan bahwa dia berencana untuk berhenti membela timnas Brasil setelah Piala Dunia 2022 di Qatar.

Pemain berusia 29 tahun itu melakukan debut seniornya untuk Brasil pada 2010. Sejak itu, dia telah bermain sebanyak 113 kali dan telah mencetak 69 gol untuk negaranya.

Satu-satunya trofi yang dia menangkan bersama Brasil adalah Piala Konfederasi FIFA pada 2013 silam.

Dan Neymar akan mewakili Brasil di Piala Dunia 2022 di Qatar, turnamen yang dipindahkan ke musim dingin dan akan dimulai pada bulan November.

Seperti dilansir The Athletic, si pemain telah mengungkapkan bahwa turnamen tahun depan akan menjadi yang terakhir: “Saya pikir ini Piala Dunia terakhir saya.

“Saya melihatnya sebagai yang terakhir karena saya tidak tahu apakah saya memiliki kekuatan untuk berurusan dengan sepak bola level tertinggi.

“Jadi saya akan melakukan segalanya untuk tampil bagus, melakukan segalanya untuk menang bersama negara saya demi mewujudkan impian terbesar sejak saya masih kecil. Dan saya harap saya bisa melakukannya.”

Sementara itu, rekan setim Neymar di Brasil masih berharap dia akan tetap bersama tim nasional setelah Piala Dunia tahun depan.

Advertisement

“Kami ingin dia tinggal bersama kami,” kata Fred. “Tapi sulit untuk membicarakan pemikiran orang lain. Terkadang orang menghadapi tekanan besar. Bukan hanya Neymar, tapi Messi dan Cristiano Ronaldo. Kami ingin dia di sini, dia adalah salah satu pemain terbaik yang pernah kami lihat di Brasil.”

Kemudian Thiago Silva mengatakan pada konferensi pers bahwa tekanan pada Neymar tidak adil jika dibandingkan dengan pemain lain. Striker itu meninggalkan lapangan setelah bermain imbang 0-0 melawan Kolombia tanpa berbicara kepada wartawan setelah tampil buruk.

“Kami melupakan banyak dari apa yang telah dia lakukan di lapangan dan fokus pada apa yang tidak penting. Dia memberi banyak tekanan pada dirinya sendiri,” kata Thiago Silva.

“Saya harap dia tidak melakukannya, tidak kehilangan kegembiraannya, dia adalah anak yang sangat istimewa. Ketika dia bahagia dan melakukan apa yang dia suka, dia selalu bisa memberikan dan bermain sebaik mungkin. Itu lebih baik untuk tim.”

Advertisement
Comments