Klub raksasa Prancis, Paris Saint-Germain, dikabarkan berniat memperkarakan Patrice Evra ke ranah hukum setelah mantan bek kiri Manchester United tersebut mengumpat PSG dengan kata kasar sesaat setelah Le Parisien tersingkir dari kancah Liga Champion.

Pada hari Senin silam, Evra tertangkap video yang diunggah luas ke sosial media menggunakan kata-kata tak pantas untuk menghina PSG setelah menelan kekalahan 1-3 di kandang atas mantan timnya, Manchester United. Tak cukup sampai di sana, Evra juga belakangan melontarkan ancaman kepada rekan senegaranya, Jerome Rothen, yang mengecam perilakunya.

Media Daily Mail pun melaporkan bahwa PSG bereaksi keras terhadap sikap Evra; yang mereka tuangkan dalam sebuah pernyataan tertulis. “Paris Saint-Germain mengutuk ucapan bernada homofobik yang diperkatakan Patric Evra kepada klub dan juga mantan pemainnya (Jerome Rothen)”

“Kata-kata Evra telah membuat syok hati klub ini, dimana tertaur nilai-nilai kehormatan dan keterbukaan terhadap satu sama lain”

PSG pun mencoba untuk menghubungi Manchester United demi meminta kejelasan lebih lanjut, namun Setan Merah langsung menjaga jarak dan menyebut bahwa Evra bukanlah karyawan klub.

Setelah ramai menjadi bahan perbincangan, Evra akhirnya merilis video klarifikasi dengan menyebut bahwa semuanya hanyalah salah paham. “Saya ada di sini untuk mengklarifikasi kesalahpahaman masif, kita harus menghentikannya dengan segera. Saya membuat video tersebut sebagai candaan dengan teman dan media Prancis ‘menyambarnya’ karena saya menggunakan kata ‘pede’ (homoseksual dalam bahasa Prancis)”

“Saya bukan homofobik karena kalian tahu siapa saya, saya adalah Tuan ‘I Love This Game!’. Saya mencintai semua orang. Jadi jika saya menyakiti atau menyinggung seseorang, saya minta maaf karena anda tahu itu bukan maksud saya” tukas dia.

Maafin gak nih, guys?

Comments