Persib Bandung merupakan klub paling awal di Liga Indonesia yang berhasil menjadi klub profesional. Sejak berubah menjadi PT di tahun 2008 lalu, Persib Bandung berhasil mengelola keuangan secara baik. Namun, khusus Liga 1 tahun 2018, Persib Bandung mendapat catatan keuangan yang memburuk. Banyaknya hukuman dari Komdis PSSI menjadi salah satu alasan kerugian yang diterima oleh Persib Bandung musim ini.

Direktur PT PBB, Glen Sugita, mengungkapkan selama perhelatan Liga 1 tahun 2018, Persib Bandung mengelurkan lebih dari 50 Milyar Rupiah. Menurut Glen, angka 50 Milyar ini diluar rencana pada awal musim ini. Hukuman Komdis PSSI memberikan dampak besar bagi keuangan Persib Bandung.

Komdis PSSI pada Liga 1 tahun 2018, memang cukup “rajin” memberikan sanksi denda bagi Persib Bandung. Sanksi dari Komdis PSSI ini berasal dari hukuman kepada pemain, suporter hingga panpel pertandingan. Denda yang diterima Persib Bandung berkisar diangka puluhan juta rupiah pada setiap jenis hukuman yang diberikan oleh Komdis PSSI.

Sanksi menggelar laga usiran pasca laga Persib Bandung vs Persija Jakarta, menambah beban bagi keuangan Persib Bandung. Laga usiran di luar pulau Jawa ditambah larangan di laga kandang, memberikan tambahan kerugian yang diterima Persib Bandung. Pendapatan dari laga kandang di sisa putaran kedua gagal diterima oleh Persib Bandung.

Advertisement

Penjualan tiket menjadi salah satu sumber utama Persib Banding. Larangan bermain dikandang mengurangi potensi pendapatan di sisa Liga 1 tahun 2018 ini. Hal ini diakui langsung oleh Glen Sugita.

“Tadinya, Persib sebagai tuan rumah biasanya penonton penuh. Seharusnya ada keuntungan. Namun, kami pergi ke tempat lain seperti laga tandang. Kalau tandang kan selalu keluar uang. ,” kata Glen Sugita.

Laga kandang rasa “tandang” membuat keuangan Persib Bandung tidak mendapat pemasukan sama sekali.

“Jadi, sudah tandang, kemudian tidak ada pemasukan sama sekali,” tambah Glen Sugita.

Persib Bandung pada Liga 1 tahun 2019 mendatang, dapat kembali bermain dikandang. Selain itu, Bobotoh pun dapat kembali datang stadion langsung. Hanya saja, Bobotoh tidak diperbolehkan memakai atribut klub serta menyanyikan yel-yel yang biasanya selalu ada dalam pertandingan kandang Persib Bandung.

Advertisement
Comments