Penggemar Real Madrid tentu tak akan asing dengan sosok ini. Bek tangguh, kapten tim, dan tokoh sentral dalam setiap pertandingan besar. Diboyong dari Sevilla kala usia masih muda, tak terasa sudah 12 tahun ia memperkuat Los Galacticos. Ia adalah Sergio Ramos.

Tak hanya piawai dalam mengamankan gawang dari serbuan lawan, Ramos kerap menjadi juru selamat El Real di akhir pertandingan. Gol-golnya kerap merubah hasil akhir menjadi kemenangan. Fans Madrid tentu masih ingat saat ia final UEFA Champions League di Lisbon 2014. Madrid yang kala itu tertinggal 1-0 dari Atletico harap-harap cemas karena pertandingan sudah memasuki babak injury time. Jika sampai peluit panjang ditiup El Real gagal mencetak gol, pupus sudah harapan meraih La Decima.

Wasit kala itu memberi tambahan waktu sebanyak 5 menit. Sebuah kesempatan hadir di menit 93 saat Real Madrid mendapatkan sepak pojok. Bola kala itu dihadapi oleh Luca Modric. Dengan kaki kanan ia angkat bola menuju kotak penalti. Para pemain berduel di kotak 16 dan Ramos berhasil menyundul bola yang akhirnya masuk ke gawang Atletico Madrid. Skor berubah menjadi 1-1. Setelahnya, Madrid berhasil mencatat sejarah sebagai tim pertama yang mampu meraih La Decima di Liga Champions. Dua tahun sesudahnya, Ramos jugalah yang mencetak gol El Real saat final Liga Champions. Hasilnya, El Real meraih trofi si kuping besar untuk kali kesebelas atau bisa disebut juga dengan Undecima.

Tak hanya sekali, pada saat laga Piala Super Eropa melawan Sevilla Ramos kembali beraksi. Golnya di menit akhir membuat Madrid berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan memaksakan perpanjangan waktu. Hasil akhirnya, Madridlah yang mengangkat trofi Piala Super berkat gol Dani Carvajal di menit 120.

Sebagai bek, Ramos memang dibekali kemampuan untuk melakukan duel udara. Kelebihan itulah yang dimanfaatkan Ramos saat memasuki kotak penalti lawan. Tak jarang, ia bak penyerang dadakan kala Real Madrid tertinggal. Catatan golnya sebagai bek memang cukup impresif. Pria berumur 31 tahun ini total sudah mencetak 81 gol yang terbagi 68 untuk Real Madrid, 10 gol buat Timnas Spanyol, dan 3 bagi Sevilla.

Di musim 2016/2017 ia telah mengoleksi 10 gol bagi Real Madrid. Sebanyak 5 gol hadir di menit 80an ketika melawan Sevilla, Barcelona, Deportivo, Sevilla, dan Real Betis. Predikat Ramos sebagai juru selamat El Real memang tak salah alamat. Sejak final Lisbon 2014, ia telah mengoleksi 22 gol, 19 diantaranya hadir ketika Real Madrid dalam keadaan imbang atau kalah.

Comments