Mantan bintang muda Arsenal, Serge Gnabry, mengungkap alasannya hijrah dari klub asal London tersebut di tahun 2016 silam dan mengadu nasib ke negeri Jerman. Jebolan akademi The Gunners itu mengaku hengkang untuk mengakhiri ketidakpastian terhadap masa depannya yang tak kunjung usai.

Sempat digadang-gadang sebagai masa depan Arsenal, Gnabry kemudian dilego ke Werder Bremen ‘hanya’ dengan banderol 5 juta Pounds. Di klub berkostum hijau nan khas itu, ia bermain cemerlang hingga Bayern Munchen tertarik untuk mendatangkannnya di awal musim silam.

Sebuah laporan dari football.london menyebut bahwa rasa cinta Gnabry terhadap Liga Inggris memudar seiring cedera dan performa buruk menghambat perkembangannya di Arsenal.

Memulai debutnya di usia 17 tahun pada kemenangan 6-1 atas Coventry City di tahun 2012 silam, Gnabry kemudian lebih sering berkutat dengan cedera. Kendala tersebut membebatnya sepanjang musim hingga ia bertekad untuk memperbaiki keadaan di putaran kompetisi 2013/2014.

Setelah sempat bermain reguler, cedera lutut kembali memaksa Gnabry menjadi penghuni ruang perawatan di nyaris sepanjang kompetisi 2014/2015. Setelah pulih, Arsenal kemudian memutuskan untuk meminjamkannya ke West Brom demi menambah jam terbang. Sayangnya, manajer West Brom kala itu, Tony Pulis, beranggapan bahwa Gnabry tak memiliki kualitas bermain di Liga Primer dan hanya memasangnya selama total 12 menit sebelum The Gunners membatalkan kontrak peminjaman sang punggawa. Akhirnya, Gnabry memutuskan untuk hengkang secara permanan dari Arsenal kendati telah disodori perpanjangan kontrak.

“Itu adalah keputusan tepat (meninggalkan Arsenal)” papar Gnabry sesaat setelah meninggalkan London.”Semua orang yang membandingkan perkembangan saya di empat bulan terakhir dengan waktu saya di Inggris sebelumnya tidak bisa menemukan kesimpulan yang berbeda”

“Itu adalah alasan utama saya minta ditransfer. Saya menginginkan jam terbang lebih banyak, dan itu berhasil. Arsenal mati-matian menginginkan saya. Tapi saya harus memperhatikan perkembangan saya” pungkasnya.

Comments