Ronald Koeman tahu dia dalam bahaya dipecat oleh Everton, terutama dengan kegagalan klub menggantikan Romelu Lukaku.

Koeman meninggalkan Goodison Park pada hari Senin, sehari setelah kalah 5-2 dari Arsenal dan meninggalkan timnya di zona degradasi, hanya mengumpulkan dua kemenangan dari sembilan pertandingan awal Premier League.

Meskipun Everton menghabiskan banyak uang untuk merekrut para pemain seperti Jordan Pickford, Michael Keane, Gylfi Sigurdsson dan Davy Klaassen di bursa transfer musim panas, sosok Wayne Rooney dan Sandro Ramirez tidak dapat mengisi peran Lukaku.

Koeman telah mencoba untuk meyakinkan Olivier Giroud untuk bergabung dengan Everton, sementara Nikola Vlasic memastikan bahwa dia tidak dapat memilih jersey nomor 19 karena klub tersebut berharap mendapat jasa Diego Costa.

Pada akhirnya, hal tersebut gagal dicapai dan membuat Koeman menghitung hari tentang pekerjaannnya, dimulai dengan kekalahan dari Lyon di Liga Europa yang membuat para penggemar kecewa besar.

“Kamis lalu, setelah kekalahan kami dari Lyon di Liga Europa, saya tahu ini adalah krisis,” Koeman mengatakan kepada VI (27/10/2017). “Saya tidak bodoh, saya tahu bagaimana dunia sepakbola beroperasi.

“Saya bisa mengetahui bagaimana segala sesuatunya bisa berjalan. Saya yakin saya akan berada di bangku cadangan melawan Arsenal pada hari Minggu, tapi kekalahan melawan Arsenal membuat apapun akan terjadi.

“Dan jika beberapa hal tidak membaik dalam pertandingan terakhir itu, saya telah memprediksi apa yang akan terjadi.

“Mungkin ada kesempatan untuk melawan Chelsea di Piala EFL dan mungkin saya bisa tetap memimpin melawan Leicester City dan Watford sebelum jeda internasional.”

Giroud belum memulai pertandingan Premier League untuk Arsenal musim ini dan Koeman mengutip keputusan striker Prancis itu untuk menolak tawaran Everton sebagai kunci kegagalan timnya.

“Saya ingin Olivier Giroud di posisi itu,” Koeman menambahkan. “Dia akan sempurna, tapi pada saat terakhir dia memutuskan untuk tinggal di London.

“Itu sangat sulit saya terima, jadi siapa striker yang lebih baik? Lukaku sangat penting bagi kami bukan hanya karena golnya, tapi dia memiliki cara tertentu untuk bermain sebagai striker.

“Dia bisa memegang bola, dia selalu punya visi untuk mencetak gol, dia sangat cepat. Jika semuanya berjalan baik, selalu ada pilihan untuk menggunakan bola panjang ke arahnya

“Tiba-tiba (setelah keputusan Giroud), kami kehilangan pemain seperti itu. Dengan Nikola Vlasic dan Wayne Rooney, kami memiliki penyerang yang menginginkan bola di kaki mereka.

“Ketika Anda berjuang sebagai tim dan membangun serangan dari belakang, Anda tahu kelemahannya seperti apa.”

Comments