Selama beberapa pekan terakhir, Liga 1 mendapatkan masalah karena ada penundaan laga. Masalah keamanan yang kini tengah melanda Indonesia, membuat pihak kepolisian tidak memberikan izin keramaian. Salah satu laga yang terancam ditunda mempertemukan Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya. Namun, akhirnya laga ini tetap digelar pada akhir pekan ini dengan ketentuan laga ini digelar di Bali.

Pertandingan Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya sejatinya digelar di Bandung pada 18 Oktober. Namun, laga ini berbenturan dengan even besar nasional yang berdekatan laga Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya.

Akhirnya, laga Persib Bandung kontra Persebaya tidak bisa dihelat di Bandung. Pertandingan pekan ke-23 Shopee Liga 1 2019 itu terpaksa dipindah ke Bali. PT LIB selaku operator liga sudah menyetujui pertandingan tersebut diselenggarakan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada 18 Oktober.

Kepastian laga ini datang setelah PSSI secara resmi mengirimkan surat kepada kedua klub tadi. Pada surat tadi, laga ini akan tetap digelar pada tanggal 18 Oktober 2019, namun digelar di Stadion Kapten I Wayadn Dipta, Gianyar.

”Pertandingan Shopee Liga 1 2019 antara Persib Bandung melawan Persebaya pada tanggal 18 Oktober 2019 dilaksanakan di Stadion Kapten I Wayadn Dipta, Gianyar, pukul 19.30 WITA,” demikian petikan surat  PT LIB bernomor: 389/LIB/X/2019, dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya. 

Pemindahan pertandingan ini sudah diulas sebelumnya, batal digelar di Bandung. Perubahan venue pertandingan dilakukan karena di Bandung tidak mendapatkan izin dari kepolisian. Hal itu disebabkan waktu pertandingan berdekatan dengan pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober.

Pemindahan laga ini mengulangi kejadian seperti tahun lalu. Pada musim lalu, laga Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya juga batal digelar di Bandung. Pada saat itu, laga dipindahkan karena ada insiden paska laga Persib melawan Persija. Karena insiden tadi, PSSI memberikan hukuman kepada Persib Bandung untuk menggelar laga di luar pulau Jawa.

Comments