Gelandang Julian Draxler telah mempertanyakan taktik pelatih Paris Saint-Germain Unai Emery dan mengatakan kepada ZDF bahwa dia “terkejut dan sedikit muram” karena hanya bermain 14 menit sebelum laga berakhir. PSG tersingkir dari Liga Champions dengan kekalahan 2-1 di kandang atas Real Madrid dan total agregat 5-2.

“Secara keseluruhan, kami hanya menunjukkan terlalu sedikit, karena itu sulit untuk menerima bahwa kami gagal hari ini. Kami memiliki tujuan besar, semua kota bersemangat, kami bersemangat, tapi kemudian kami menunjukkan pertandingan tanpa apapun, tidak ada ledakan, bukan bagaimana Anda mengalahkan Real Madrid,” kata Draxler dikutip ESPN FC.

“Kami hanya mengumpan terus menerus, saya pikir kami memiliki lebih banyak posession. Tapi itu tidak akan menghasilkan apapun. Anda harus menekan Real Madrid saat Anda tertinggal 3-1 dan tidak hanya mengumpan bola saja dan berharap Anda mencetak gol. Tujuan saya pikir kita seharusnya menekan lawan sejak awal dan kita tidak melakukan itu, dan dengan demikian kita pantas untuk tersingkir dari turnamen ini,” tambah gelandang asal Jerman tersebut.

Advertisement

PSG yang ketinggalan 1-0 di menit 51 sempat memiliki harapan usai Edinson Cavani membuat gol 20 menit berselang, meskipun mereka hanya tampil dengan 10 pemain karena diusirnya Marco Veratti pada menit ke-66. Draxler tetap berada di bangku cadangan sampai menit ke-76, meski ia siap untuk tampil lebih cepat setelah Cavani mencetak gol. Ia pun menyatakan kekecewaannya karena dimainkan di menit akhir.

“Saya tidak begitu memahaminya,” katanya. “Kami baru saja mencetak angka 1-1, tapi gol itu tidak ada artinya. Karena itulah saya pikir akan lebih baik terus menyerang dan terus maju, tapi saya tidak tahu apa yang terjadi di sana. Saya terkejut dan sedikit muram.”

Advertisement
Comments