Unai Emery dan Kylian Mbappe

Pelatih Paris Saint-Germain, Unai Emery, menegaskan bahwa Kylian Mbappe memiliki “pertandingan bagus”, kendati penampilannya tidak efektif melawan AS Monaco.

Mbappe tampak kesulitan di depan gawang lawan saat PSG ingin merebut kembali mahkota gelar Ligue 1 dalam kemenangan 2-1 Monaco, Minggu.

Kembali ke Stade Louis II untuk pertama kalinya sejak bergabung dengan PSG dalam kesepakatan pinjaman, Mbappe – yang mencetak 26 gol di semua kompetisi musim lalu – menyia-nyiakan empat peluang emas.

Bagaimanapun Emery merasa senang dengan pemain internasional Prancis berusia 18 tahun itu setelah menjalani pertandingan emosional.

“Bagi saya, Mbappe membuat pertandingan yang bagus,” kata Emery dikutip Sky Sport (27/11/2017).

“Yang terpenting adalah menciptakan peluang, tapi memang benar jika dia mencetak gol disetiap peluangnya, dia pasti akan terlihat sempurna. Apa yang dia alami (kembali ke mantan klubnya) adalah hal penting untuk melihat emosi. Lain kali dia akan lebih tenang.”

Edinson Cavani dan Neymar menjadi faktor penting dalam kemenangan PSG, dengan membuka skor di menit ke-19 sebelum pemain termahal di dunia (Neymar) menggandakan keunggulan melalui titik penalti setelah 7 menit dimulainya babak kedua.

Cavani dan Neymar terlibat dalam perseteruan ketika ingin menentukan siapa yang akan mengeksekusi penalti dan tendangan bebas saat PSG menang 2-0 atas Lyon di Ligue 1 pada 18 September lalu.

Tapi Neymar diberi kesempatan sebagai eksekutor penalti yang diputuskan oleh Emery, dan mantan pemain depan Barcelona tersebut membalaskan kepercayaan pelatih terhadapnya dengan gol ke gawang Monaco.

Terkait apa yang dilakukan Neymar, Emery mengatakan: “Ini adalah hal yang normal, pertama para pemain harus menghormati keputusan pelatih, lalu mereka bisa saling memahami di lapangan. Kami tahu pemain mana yang sanggup menahan tekanan dan Neymar adalah orang yang tepat.

“Kami senang mendapat tiga poin, kami menang atas juara bertahan, tim yang sangat hebat musim lalu.

“Tim ini menghasilkan banyak serangan tapi perlu memperbaiki finishing. Jika kemenangan ini masuk akal, seharusnya ada perbedaan gol yang lebih besar. Kami juga tidak ingin kebobolan melawan tim yang banyak mencetak gol.

“Satu hal lagi yang menyenangkan saya, dengan pembuktian dan keinginan para pemain.”

Comments