PSS Sleman sukses promosi ke Liga 1 usai merai gelar juara Liga 2. Klub yang berjuluk “Elang Jawa” ini, kian intensif mempersiapkan tim untuk musim depan. Masalah keuangan menjadi salah satu utama fokus dari manajemen PSS Sleman. Menghadapi Liga 1 tahun 2019 mendatang, PSS Sleman butuh dana cukup besar untuk dapat dapat bersaing dengan tim-tim lain yang lebih berpengalaman.

Dibandingkan dengan Liga 2, persaingan Liga 1 dipastikan lebih berat dan sulit. Bertahan di Liga 1 menjadi prioritas pertama tim PSS Sleman di musim depan. Manajemen PSS Sleman pun sudah memperkirakan butuh dana 3 kali lipat untuk menghadapi Liga 1 tahun 2019 mendatang.

“Tidak mudah bagi PSS bila ingin bertahan di Liga 1. Hal paling jelas adalah kebutuhan dana yang dipastikan membengkak bisa minimal tiga sampai empat kali lipat,” tutur mantan manajer operasional PSS Sleman, Yohanes Gustan Ganda.

Yohanes Gustan Ganda mengungkapkan PSS Sleman dapat promosi ke Liga 1 usai menghabiskan 10 Milyar pada Liga 2 yang lalu. Anggaran 10 milyar di PSS Sleman pada musim lalu, dipastikan tidak akan cukup untuk Liga 1 mendatang.

“Angka Rp 15 miliar bagi tim Liga 2 tentu sangat besar. Tetapi bagi tim Liga 1, itu belum apa-apa. PSS jelas membutuhkan dana yang lebih besar. Sebab, tim ini ┬áharus memiliki skuat yang sudah pasti lebih kuat untuk menghadapi persaingan yang sangat ketat. Harga pemain tentu relatif lebih tinggi. Belum pemain asing yang harus didatangkan,” lanjut Yohanes Gustan Ganda.

Advertisement

PSS Sleman sendiri terakhir kali bertarung di kasta tertinggi pada Liga Indonesia tahun 2007 silam. Kala itu, Liga Indonesia masih memakai sistem 2 wilayah, yaitu wilayah barat dan timur. Kala itu, PSS Sleman itu gagal bersaing dan akhirnya degradasi ke Divisi Utama atau sekarang Liga 2. Setelah itu, PSS Sleman hanya berkutat di kasta kedua Liga Indonesia. Keberhasilan PSS Sleman promosi ke Liga 1, memberikan rasa bangga terhadap Yohanes Gustan Ganda.

“Saya bangga karena PSS bisa berhasil promosi. Hal yang tidak pernah saya lakukan saat menjadi manajer operasional. Padahal, saat itu, kami juga sangat berharap bisa promosi. Tetapi saya juga ingin manajemen sudah mempersiapkan diri. Mungkin selama tiga musim sebelumnya PSS selalu gagal promosi karena manajemen merasa masih belum siap. Tetapi bila sudah promosi berarti mereka sudah siap. Saya dan tentu saja, suporter, tidak ingin PSS kembali terdegradasi,” tutup Yohanes Gustan Ganda .

Advertisement
Comments