Manchester United menuju ke derby Manchester pada titik terendah. Setelah tersingkir secara mengejutkan dari Liga Champions, momentum yang mereka bangun baru-baru ini telah hancur. Tetapi pasukan Ole Gunnar Solskjaer telah menunjukkan tekad untuk bangkit dari kesulitan musim ini dan akan berusaha untuk bangkit kembali melawan Manchester City.

Pratinjau

Datang di belakang eliminasi dari Liga Champions, United mungkin tidak akan memilih untuk menghadapi Manchester City di pertandingan berikutnya! Tetapi dengan Solskjaer di bawah tekanan untuk tampil lagi dengan pertanyaan seputar kemampuannya sebagai manajer mereka, Setan Merah mungkin saja menghasilkan sesuatu yang sangat bagus di Old Trafford.

Untuk menebus kegagalan melawan Leipzig, United perlu menghasilkan sesuatu yang sangat istimewa untuk memenangkan kepercayaan para penggemar mereka. Itu berarti sepakbola menyerang yang mereka perjuangkan bisa kembali terlihat.

Ole sebagian besar akan kembali dengan formasi berlian 4-4-2 karena absennya Cavani dan Martial. Dengan City memilih untuk memainkan gaya yang lebih berbasis penguasaan bola, lini tengah berisi 4 orang benar-benar dapat bekerja sangat baik untuk kepentingan United. Bruno Fernandes akan kembali menjadi sosok playmaker andalan.

Bruno juga bertanggung jawab untuk membuka peluang ke depan & membuat bola terobosan yang seperti akhir-akhir ini. Tentu saja, dengan rasa lapar untuk mencetak gol, dia juga akan terlihat seperti mimpi buruk dengan tembakan yang gigih ke gawang lawan. Duer Marcus Rashford dan Mason Greenwood gagal tampil mengesankan dan banyak yang harus dilakukan untuk menebus hal itu.

Rashford cukup sering mencetak gol melawan City (mencetak 2 gol musim lalu) dan bertujuan untuk membawa semangat pertandingan besarnya ke klasemen.

Tapi untuk menahan lini tengah City yang diisi Kevin de Bruyne, IIlkay Gundogan dam Rodri, gelandang United sendiri perlu meningkatkan fokus. Fred harus menjadi starter setelah absen di 2 pertandingan terakhir. Donny van de Beek tetap menjadi kekuatan penahan tekanan di lini tengah United yang bisa mengatur tempo permainan.

Advertisement

Nemanja Matic akan bertindak sebagai destroyer bagi Setan Merah di lini tengah, berusaha mengawasi De Bruyne serta memotong umpan-umpan dari lini tengah.

Lini depan City adalah mimpi buruk bagi tim mana pun, apalagi lini belakang yang buruk milik Setan Merah. Aguero selalu menjadi penyiksa United dan bertujuan untuk menambah penderitaan mereka dengan menjadi finisher khasnya. De Bruyne juga bertujuan untuk mengendalikan permainan dan menciptakan peluang besar dengan cepat, serta membuat City lebih percaya diri.

Dengan Raheem Sterling dan Riyad Mahrez memiliki kemampuan untuk menerobos ke dalam kotak penalti dan mencetak gol, lini pertahanan United harus benar-benar fokus jika mereka ingin mendapatkan kemenangan lagi atas pasukan Pep Guardiola.

Harry Maguire dan Aaron Wan-Bissaka sangat buruk melawan Leipzig dan itu menjadi pertanda. Wan-Bissaka memiliki kesempatan lain untuk menjaga pergerakan Sterling dan itu bisa jadi salah satu kunci permainan.

Maguire perlu bertindak lebih seperti seorang pemimpin. Dia akan dipaksa untuk menunjukkan refleksnya fsm membuat keputusan yang lebih baik di lini belakang melawan gaya menyerang The Citizens. Luke Shaw harus tetap fokus untuk membuat Mahrez tidak merajalela, sementara Victor Lindelof juga harus lebih proaktif dalam merespon bahaya lebih sering di dalam kotak penalti.

Starting line-up Manchester United: De Gea, Wan-Bissaka, Lindelof, Maguire, Shaw, Fred, Matic, Van de Beek, Fernandes, Greenwood, Rashford

Starting line-up Manchester City: Ederson, Walker, Dias, Laporte, Cancelo, Rodri, Gundogan, De Bruyne, Mahrez, Sterling, Aguero

Advertisement
Comments