Uli Hoeness mengungkapkan Bayern Munich menunjuk Niko Kovac sebagai pelatih setelah mengalami penolakan oleh Thomas Tuchel menyusul keengganan Jupp Heynckes untuk memperpanjang kontraknya dengan juara bertahan Bundesliga.

Pelatih Eintracht Frankfurt berusia 46 tahun itu akan menggantikan Heynckes musim depan setelah Bayern mengumumkan kontrak tiga tahun pada pekan lalu.

Tuchel sebelumnya muncul sebagai salah satu favorit untuk mengambil kendali pada musim 2018-19 setelah Heynckes – yang menggantikan Carlo Ancelotti pada bulan Oktober – menegaskan ia tidak akan melanjutkan pekerjaan diluar musim ini.

Hal itu dipertegas oleh CEO Bayern Karl-Heinz Rummenigge yang mengungkapkan bahwa mantan pelatih Borussia Dortmund itu telah menyetujui kesepakatan dengan klub tanpa nama, yang kabarnya adalah Paris Saint-Germain.

Berbicara tentang pencarian Bayern untuk seorang pelatih setelah kemenangan 5-1 atas Borussia Monchengladbach, Hoeness mengatakan kepada wartawan: “Ini digambarkan sebagai pencarian yang putus asa. Kami berdua dan Hasan (Salihamidzic) telah berpikir untuk waktu yang sangat lama membujuk Jupp.

“Ketika kami menyadari di akhir, percakapan terakhir memastikan bahwa dia tidak melakukannya, dan kemudian kami berbicara dengan pelatih seperti Thomas Tuchel.

“Dia mengatakan kepada kami bahwa dia sudah membuat keputusan. Itu memalukan, tapi tidak mengejutkan bagi kami. Dia juga tidak memiliki tawaran kontrak, tetapi itu adalah kesempatan untuk saling berbicara dengan kami berdua, dengan Hasan yang pernah dia temui sebelumnya.

“Kemudian beberapa hari kemudian kami bertemu lagi secara internal dan memutuskan bahwa kandidat pilihan kami sekarang adalah Niko Kovac. Dan itulah yang terjadi.”

Frankfurt sendiri bersikap kritis terhadap pendekatan Bayern yang dianggap “tidak profesional” untuk Kovac, dimana direktur sepakbola Fredi Bobic secara terbuka mengkritisi melalui media.

Tapi Hoeness berkata: “Kami sedikit bingung. Kami berbicara tentang bagaimana cara terbaik untuk menginformasikan kepada orang-orang di Frankfurt. Saat ini atau di akhir musim, dan kami merasa jika kami berada dalam situasi mereka, kami juga tertarik untuk mencari tahu sesegera mungkin bahwa pelatih kami akan pergi.

“Kemudian mereka memiliki waktu empat minggu lebih banyak daripada yang kami katakan kepada mereka di akhir musim. Itulah mengapa kami memutuskan untuk melakukannya sesegera mungkin. Hasan telah mendiskusikan ini dengan Niko. Kami bahkan tidak memahami bahwa sikap murah hati ini bisa menjadi bumerang.”

Comments