Mauricio Pochettino berkomentar pedas terkait Kyle Walker karena menunjukkan “rasa tidak hormat yang mencolok” kepada rekan satu timnya setelah memaksa pindah dari Tottenham ke Manchester City pada musim panas.

Walker mengakhiri masa tinggal delapan tahun di Tottenham pada pra-musim, dimana bek kanan Inggris itu memastikan transfer ke City yang kabarnya bernilai £ 50 juta.

Meskipun banyak memuji Spurs karena mendapatkan kesepakatan terbaik, terutama dengan Kieran Trippier yang tampil mengesnakan sebagai pengganti Walker, Pochettino tidak senang dengan bagaimana perpindahan itu terjadi.

Walker dan Trippier sempat bersaing untuk posisi bek kanan menjelang akhir musim lalu dan sering dirotasi, namun setelah menang 4-0 atas Watford pada 8 April, Walker mengatakan kepada Pochettino tentang niatnya untuk meninggalkan klub.

Dan Pochettino merasa heran karena pemain berusia 27 tahun itu memutuskan untuk mengungkapkan keinginannya saat Spurs berusaha memenangkan gelar juara.

Berbicara pada The Daily Mail (22/10/2017), Pochettino mengatakan: “Walker datang ke kantor saya setelah pertandingan melawan Watford.

“Dia mengatakan: Saya di Tottenham selama sembilan tahun, saya sudah memikirkannya dan hati saya tidak lagi ada di sini, saya telah memberikan semua yang harus saya berikan. Saya ingin memberi tahu Anda sebelum saya memberitahu agen saya bahwa saya ingin pergi musim panas ini.

“Lalu saya mengatakan: Kyle, Anda harus tetap profesional, tinggal satu setengah bulan lagi, kami berjuang untuk Premier League dan Piala FA, kami harus fokus dan menyelesaikan musim dengan cara yang baik.”

“Tapi dia mengatakan: Baiklah, salam, tapi sudah diputuskan.”

“‘Dan akhirnya saya mengatakan: Baiklah itu tidak hanya bergantung pada Anda atau saya, tergantung dari klub, terutama Anda telah mengecewakan saya karena Anda telah memutuskan untuk mengatakan bahwa Anda ingin pergi ketika kompetisi masih berjalan. Anda bisa saja tetap tenang, berlatih, bermain dan membantu tim, bukan memberi tahu saya hal semacam ini.

“Miguel (D’Agostino, pelatih tim utama) hadir, saya selalu berusaha memastikan ada saksi selama percakapan pribadi. Saya menganggapnya sebagai penghinaan yang tidak menentu bagi rekan satu timnya dan tamparan keras untuk klub, tidak ada yang bisa dijelaskan ke publik saat itu.

“Saya harus menggigit lidah saya, rumor pun mulai berkembang.”

Comments