Tak terasa kini kita sudah memasuki paruh kedua musim Liga Primer Inggris 2018/2019, dan para tim papan bawah harus sudah mulai mencari cara agar mereka bisa lepas dari jeratan degradasi. Seperti yang sudah-sudah, tiga klub terbawah klasemen harus rela terhempas ke divisi dua di putaran kompetisi mendatang.

Selain mengalami kerugian finansial, terdegradasinya sebuah klub seringkali menjadi alasan utama punggawa potensial mereka untuk ‘pindah kapal’ ke tim lain agar tetap mampu bermain di level tertinggi. Berikut Bolazola coba rangkumkan 10 nama pemain Liga Primer Inggris (dari 7 klub papan bawah) yang kemungkinan besar akan pindah jika tim mereka turun kasta musim ini.

10. Aaron Mooy (Huddersfield)

Selama beberapa musim terakhir, Aaron Mooy sudah mentahbiskan diri sebagai salah satu bintang terbaik Huddersfield, dan secara permainan memang pantas berlaga di kancah tertinggi. Sayangnya, klub berjuluk The Terriers tersebut kini tengah menghadapi ancaman serius degradasi, dan sejumlah pengamat pun menilai Mooy harus hengkang untuk tetap bermain di kompetisi yang sesuai dengan kemampuannya.

Kendati Huddersfield jelas enggan melepasnya, namun tentu akan sulit mempertahankan gelandang plontos asal Australia tersebut, mengingat bejibunnya klub peminat yang akan antri untuk mendapatkan jasanya.



9. Aleksandar Mitrovic (Fulham)

Sebagaimana kita semua ketahui bersama, mencari sosok striker yang bisa mencetak gol secara rutin di Liga Primer Inggris bukanlah perkara mudah. Sejumlah nama kelas dunia seperti Shevchenko, Falcao dan Alvaro Morata telah mencobanya dan gagal total. Namun hebatnya, Fulham memiliki sosok tersebut dalam diri Aleksandar Mitrovic.

Kendati timnya terjerembab di papan bawah, namun Mitrovic tampil hebat sejauh ini dan berhasil mengemas 10 gol, yang membuatnya mengungguli Jamie Vardy dan Marcus Rashford di jajaran top skorer. Dengan bakat sedemikian besar ditambah usia yang baru menginjak 24 tahun, tentu Mitrovic akan banyak diincar klub elit Eropa jika The Cottagers benar-benar terdegradasi di akhir musim.



8. Ryan Sessegnon (Fulham)

Satu lagi bintang muda potensial Fulham yang bakatnya (agak) tersia-sia, Ryan Sessegnon adalah pemuda ikonik yang diharapkan mampu menjadi punggawa timnas Inggris di masa depan.

Setelah menghentak divisi Championship musim silam, Sessegnon belum mampu bermain stabil di Liga Primer Inggris. Namun melihat usianya yang baru menginjak 18 tahun, tentu terlalu dini untuk menyebutnya sebagai ‘wonderkid’ yang gagal. Jika Fulham kembali ke kasta kedua, kemungkinan besar pemain sayap dengan kecepatan kilat itu akan hengkang dari Craven Cottage, meskipun dengan harga murah sekalipun.



7. Nathan Redmond (Southampton)

Kendati tengah tampil impresif di bawah asuhan pelatih Ralph Hasenhuttl, bukan berarti Southampton telah lepas dari ancaman degradasi. Begitu pula nasib sejumlah pemain bintangnya yang kemungkinan besar akan enggan tetap merumput di divisi dua, seperti Nathan Redmond.

Pemain sayap berusia 24 tahun tersebut telah mentahbiskan diri sebagai salah satu pemain muda Inggris terbaik saat ini yang bahkan telah dipanggil memperkuat tim nasional. Ia tentu akan dianggap sebagai komoditi ‘panas’ bagi klub papan atas Liga Inggris lain yang membutuhkan suntikan tenaga di lini depan.



6. Jamaal Lascelles (Newcastle United)

Meski memiliki skuad kompeten dan pelatih kawakan dalam diri Rafael Benitez, Newcastle anehnya tak kunjung mampu keluar dari ‘awan hitam’ papan bawah klasemen Liga Primer Inggris hingga saat ini. The Magpies hanya terpaut satu poin dari zona degradasi dan harus segera berbenah jika ingin tetap bertahan di kompetisi tertinggi sepakbola Inggris.

Jika tak mampu melakukannya, maka Newcastle harus siap-siap kehilangan sejumlah punggawa berpotensi seperti bek sentral Jamaal Lascelles yang sudah dibidik beberapa klub elit seperti Chelsea, Tottenham dan Liverpool. Pemain berusia 25 tahun itu bisa dibanderol tinggi oleh tim-tim di atas, yang membuat Newcastle nyaris mustahil untuk mempertahankannya jika ada tawaran menggiurkan yang datang.



5. Miguel Almiron (Newcastle United)

Kendati baru didatangkan di bursa transfer Januari silam dengan banderol 20 juta Pounds, Miguel Almiron menjadi salah satu nama yang dipastikan akan angkat kaki dari Newcastle jika klub Tyneside itu betul-betul turun kasta.

Kreativitas dan kecepatan Almiron memang sudah teruji di Liga Amerika Serikat, namun jika ia tak mampu mengulangi performa apiknya Newcastle dan membawa timnya lolos dari zona ‘bahaya’, maka The Magpies tak memiliki alasan untuk terus membayar gaji tingginya selama berkubang di divisi dua.



4. Nick Pope (Burnley)

Cedera bahu telah menghambat kiprah Nick Pope musim ini, menyusul periode debutnya yang gemilang di kompetisi 2017/2018 silam bersama Burnley. Tim tersebut kini tengah berada sangat dekat dengan zona degradasi dan disinyalir tak akan mampu mengatrol performa mereka setelah serangkaian hasil buruk di beberapa pekan terakhir.

Kala Pope dalam kondisi prima musim lalu, Burnley mampu mengakhiri musim dengan meraih tiket kualifikasi Liga Europa, namun keadaan sungguh berbeda saat ini. Jika Burnley terhempas ke divisi dua, maka bukan hanya Pope, namun dua kiper utama The Clarets lainnya; Joe Hart dan Tom Heaton juga kemungkinan besar akan hengkang dalam waktu bersamaan. Waduh



3. Lewis Dunk (Brighton & Hove Albion)

Seiring pekan berjalan, Brighton menjadi salah satu kandidat terkuat untuk degradasi dari Liga Primer Inggris karena performa mereka yang tak kunjung ‘tancap gas’. Kendati demikian, sosok Lewis Dunk bisa disebut sebagai salah satu pemain terbaik di jantung pertahanan The Seagulls.

Kondisi pemain yang sudah mengoleksi caps di tim nasional Inggris itu disebut sejumlah pengamat mirip dengan apa yang dialami Gary Cahill kala masih membela Bolton Wanderers. Kendati timnya terdegradasi kala itu, Cahill digaet oleh klub papan atas Chelsea dan sukses menjadi tandem utama John Terry selama beberapa musim. Akankah kisah indah tersebut terulang kembali pada Dunk?



2. Wilfired Zaha (Crystal Palace)

Hanya berjarak tiga poin dari jurang degradasi, Crystal Palace harus bermain lebih serius dan konsisten mulai saat ini hingga akhir musim; pasalnya jika mereka turun kasta, maka komposisi tim yang sudah bagus akan terkena imbas negatifnya.

Salah satu kandidat kuat yang akan hijrah jika Palace terdegradasi adalah Wilfried Zaha. Winger asal Inggris itu memang telah cukup lama diincar sejumlah klub raksasa; diantaranya Chelsea, Tottenham dan Borussia Dortmund. Dengan reputasi mentereng sebagai eks-punggawa Manchester United ditambah permainan apiknya akhir-akhir ini, maka tak sulit membayangkan bahwa Zaha akan segera berganti kostum musim depan jika Palace benar-benar terdegradasi di akhir musim.



1.Aaron Wan-Bissaka (Crystal Palace)

Bukan hanya Zaha, Crystal Palace juga harus bersiap-siap kehilangan salah satu ‘berlian’ mudanya jika mereka tersingkir dari Liga Primer Inggris: Aaron Wan-Bissaka

Sejak musim lalu, Wan-Bissaka terus dikaitkan dengan kepindahan ke klub lain, dan saat ini Bayern Munich serta Manchester United disebut sangat serius mengincar jasanya. Bek sayap kanan berusia 21 tahun itu disebut sebagai salah satu bakat muda terbaik di Britania Raya, dan tentunya akan sangat tersia-sia jika hanya merumput di divisi sekelas Championship.

Comments