Pemain veteran Liga Inggris, Peter Crouch, belum lama mengaku siap untuk kembali ke klub masa kecilnya, Queens Park Rangers dan menghabiskan sisa karirnya di sana sebelum gantung sepatu.

Saat ini, Crouch masih berstatus sebagai pemain Stoke City dan terikat kontrak hingga tahun 2019 mendatang. Meski demikian, pemain berpostur luar biasa jangkung itu mengaku memiliki ikatan pribadi dengan QPR setelah sempat merumput di sana selama dua periode berbeda.

“Saya bermain untuk cukup banyak klub namun hanya beberapa diantaranya yang benar-benar berkesan bagi saya” ujar Crouch kepada¬†ITV London. “Saya pikir QPR adalah salah satu klub favorit saya karena disanalah saya memulai (karir sepakbola)” tuturnya kemudian.

“Teman dan keluarga saya adalah pendukung QPR juga, jadi yang satu itu betul-betul dekat dengan hati saya dan saya selalu berkata akan kembali ke sana suatu hari nanti, dan saya akan dengan senang hati melakukannya”

Periode pertama Crouch bersama QPR berakhir pada tahun 1995 silam kala ia dipinang Tottenham, yang kemudian menjadi klub lain yang pernah dibelanya dalam dua waktu yang berbeda. Setelah lima musim berkostum Spurs, termasuk dua masa pinjaman di Dulqich Hamlet dan klub Swedia IFK Hassleholm, Crouch kemudian kembali ke QPR hanya dengan banderol sebesar 77 ribu pounds di tahun 2000. Namun setelah itu karirnya meningkat secara cukup pesat dan ia pun sempat menjadi andalan di lini depan Liverpool.

Kini, di usia 37 tahun, Crouch lebih dikenal lewat aksi perayaan gol ‘a la robot’ yang nyentrik dan juga telah mengumpulkan sejumlah penghargaan prestisius, diantaranya Piala FA dan Community Shield.

Comments