Pertandingan ke-1.000 Jose Mourinho sebagai pelatih berakhir dengan selebrasi di pinggir lapangan setelah Stephan El Shaarawy mencetak gol penentu untuk meraih kemenangan 2-1 atas Sassuolo yang membawa mereka ke puncak klasemen Serie A.

Pemain sayap Italia itu melepaskan tembakan melengkung yang memastikan kemenangan dalam pertandingan seru dan Sassuolo gagal mencetak gol penyeimbang di menit-menit terakhir karena terjebak offside.

Hasil tersebut membuat AS Roma berada di puncak klasemen dengan koleksi poin sempurna, di atas AC Milan dan Napoli dengan selisih gol, sementara Sassuolo berada di urutan ke-9 dengan koleksi empat poin dari tiga pertandingan.

“Selama seminggu saya berbohong, bahkan pada diri saya sendiri, dengan mengatakan bahwa ini bukan pertandingan spesial. Saya mencoba meyakinkan diri saya sendiri tentang itu,” kata Mourinho kepada DAZN.

“Itu adalah pertandingan spesial, dengan angka khusus untuk saya. Itu adalah pertandingan ke-1000 saya sebagai pelatih. Saya ingin mengingatnya selama sisa hidup saya. Saya tidak ingin kalah.”

Domenico Berardi membuat penyelesaian yang baik untuk tim tamu di babak pertama tetapi gol itu dianulir karena offside.

AS Roma kemudian memimpin pada menit ke-37 melalui skema tendangan bebas saat Bryan Cristante memanfaatkan umpan untuk mencetak gol.

Advertisement

Sassuolo menyamakan kedudukan di menit ke-57. Beberapa saat kemudian, Roma mencoba membalas melalui tembakan Tammy Abraham yang membentur mistar gawnag.

Rui Patricio membuat AS Roma melakukan dua penyelamatan penting ketika berhadapan satu lawan satu dengan Berardi dan Jeremie Boga, sementara upaya pemain pengganti Sassuolo Hamed Junior Traore membentur mistar gawang.

Tapi tuan rumah bertahan dan mendapat hadiah ketika El Shaarawy mencetak gol di akhir pertandingan, hal yang membuat selebrasi di pinggir lapangan sangat riuh.

“Pertandingan bisa saja berakhir 6-6 atau 7-7, mereka bisa menang 2-1 seperti yang kami lakukan. Rui Patricio membuat dua atau tiga penyelamatan luar biasa, kami melewatkan dua peluang di depan gawang kosong,” kata Mourinho.

“Hari ini saya tidak merasa 58 tahun, saya merasa seperti berusia 10, 12 atau 14 tahun, lari seperti anak kecil. Saya meminta maaf kepada (pelatih Sassuolo Alessio) Dionis, mereka memainkan pertandingan yang fantastis dan jika mereka menang di sana, tidak akan ada argumen, mereka bermain bagus.”

Advertisement
Comments