Gelaran Liga 3 2020 baru saja selesai. Persijap Jepara sukses merebut gelar juara Liga 3 2020. Pada babak final, Persijap Jepara sukses mengalahkan PSKC Cimahi dengan skor 3-1.

Pertandingan babak final Liga 3 2020 antara Persijap Jepara melawan PSKC Cimahi digelar di di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Minggu (29/12) sore. Bermain di tempat netral, Persijap Jepara bermain solid di sepanjang laga.

Sejak babak pertama dimulai, kedua klub ini saling bermain menyerang. Hanya saja, tak ada gol yang tercipta. Babak pertama berakhir dengan skor 0-0.

Masuk babak kedua, Persijap Jepara bermain lebih efisien dan tajam di depan gawang PSKC Cimahi. Faldi Ades berhasil membawa Persijap unggul 1-0 pada menit ke-67, melalui sepakan mendatar di dalam kotak penalti.

Persijap Jepara kembali menambah keunggul pada menit ke-71. Melalui tendangan penalti Rizki Hidayat, Persijap Jepara unggul 2-0 atas PSKC Cimahi. Persijap kembali bisa mencetak gol pada menit ke-73. Kali ini, giliran Zainal Arifin yang berhasil membobol gawang PSKC. Skor kembali berubah 3-0, untuk keunggulan Persijap.

PSKC mencoba bangkit, tim yang dilatih Robby Darwis itu akhirnya mampu memperkecil kedudukan menjadi 3-1, melalui tendangan dari luar kotak penalti Dian Sasongko pada menit ke-80. Dan skor 3-1 bertahan hingga pertandingan selesai.

Advertisement

Sukses merebut gelar juara Liga 3, Sahala Marudut Tigor menyebut ini sebagai hasil konsistensi dari semua pemain Persijap Jepara. Menurut pelatih kepala Persijap, anak asuhannya dapat bermain indah di musim ini.

“Saya bersyukur kita konsisten dengan permainan kita menekan musuh dari awal sampai akhir pertandingan. Dan yang paling penting kita menampilkan sepak bola yang indah,” ujar Sahala Marudut Tigor, dikutip dari laman resmi PSSI.

Sahala pun mengklaim Persijap bermain sesuai dengan filosofi yang dia bawa. Pemain Persijap dapat mengikuti filosofi permainan dari Sahala. Selain itu, Persijap pun berhasil melakukan perekrutan pemain yang tepat di putaran kedua. Tercatat, Persijap membawa 7 pemain baru di putaran kedua.

“Saya datang ke Persijap membawa filosofi saya sendiri membawa game model saya. Saya pengaruhi pemain saya agar mengikuti model permainan saya. Kuncinya, saya memiliki filosofi dan ini sangat bagus diperankan para pemain termasuk kita melakukan penambahan pemain. Kuncinya adalah ketika merekrut 7 pemain baru,” tambah Sahala Marudut Tigor.

Advertisement
Comments