Persebaya Surabaya tampil buruk pada putaran kedua. Terakhir, Persebaya Surabaya kalah dengan skor 2-3. Terus terpuruk, Wolfgang Pikal akhirnya mundur dari jabatan pelatih kepala Persebaya Surabaya.

Paska Persebaya Surabaya dipegang Wolfgang Pikal, performa menurun. Hal ini dapat terlihat pada lima laga terakhir, Persebaya Surabaya hanya meraih sekali meraih imbang dan 4 kali menelan kekalahan. Raihan ini membuat Persebaya Surabaya terpuruk di posisi ke-9 klasemen sementara Liga 1 dengan mengumpulkan 31 poin.

Baju Ijo, julukan Persebaya Surabaya, memiliki target masuk kembali lima besar klasemen akhir Liga 1 2019. Menempati posisi saat ini, membuat posisi Wolfgang Pikal terus digoyang. Puncaknya, terjadi kerusuhan saat Persebaya Surabaya kalah dari PSS Sleman dengan skor 2-3.

Wolfgang Pikal secara resmi mengundurkan pada tanggal 30 Oktober 2019. Setelah resmi mundur, Wolfgang Pikal mengucapkan terima kasih kepada Persebaya Surabaya, mulai dari manajemen dan tim kepelatihan. Bagi Wolfgang Pikal, ini adalah resiko sebagai pelatih kepala.

Advertisement

”Terima kasih untuk Persebaya, manajemen dan pelatih. Hari ini tanggal 30 Oktober, saya mundur sebagai pelatih kepala Persebaya. Ini adalah risiko sebagai pelatih kepala,” ujar Wolfgang Pikal, dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya.

Terkait dengan masa depan dari Persebaya Surabaya, Wolfgang Pikal berharap Persebaya dapat segera bangkit. Bagi Wolfgang Pikal, Persebaya merupakan klub yang luar biasa. Sekali lagi, Wolfgang Pikal berharap yang terbaik kepada Persebaya Surabaya.

”Harapan saya ke depan, Persebaya bisa maju lagi, bangkit lagi, prestasi lagi, karena klub ini luar biasa, manajemen luar biasa. All the best untuk Persebaya,” pungkas Wolfgang Pikal.

Sehari setelah Wolfgang Pikal mundur, manajemen Persebaya Surabaya menunjuk mantan pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso sebagai pelatih kepala. Ini adalah periode ketiga Aji sebagai arsitek Persebaya Surabaya.

Advertisement
Comments