CEO klub Borussia Dortmund, Hans-Joachim Watzke belum lama ini angkat bicara mengenai penampilan buruk timnya di beberapa pertandingan belakangan. Ia menuding kejadian serangan bom di bis Dortmund beberapa saat silam sebagai penyebab menurunnya konsentrasi serta mental para punggawanya kala bertanding.

Pada tanggal 11 April silam, bus tim Dortmund menjadi sasaran serangan bom sesaat sebelum pertandingan Loga Champion kontra Atletico Madrid di Westfaldstadion. Bek sentral Marc Bartra menjadi salah satu korban luka yang mengalami patah tulang pergelangan tangan hingga mesti menjalani operasi. Beberapa bulan berselang, penampilan Dortmund terus mengalami penurunan setelah start yang cukup baik di awal musim. Watzke pun mengangkat lagi topik perihal teror bom yang menurutnya berpengaruh pada mental para pemain klub tersebut.

“Kita tidak boleh meremehkan kalau itu (serangan bom di bis Dortmund) masih bisa memicu trauma berbulan-bulan setelah terjadi” tutur Watzke seperti dikutip oleh ESPN. “Saya telah mendiskusikan ini dengan psikolog. Mereka pun bilang bahwa resikonya amatlah tinggi di enam hingga tujuh bulan setelah serangan. Kami memiliki bantuan profesional” paparnya serius.

Sekilas, klaim Watzke tersebut memang agak berlebihan, namun pada kenyataannya, Dortmund memang tengah terseok baik di kancah domestik maupun internasional. Setelah meraup 19 poin dari tujuh laga awal, Si Tembok Kuning hanya mampu meraih 2 di enam laga berikutnya hingga saat ini. Perubahan performa yang drastis ini menyebabkan mereka terjerembab di peringkat kelima klasemen dengan selisih delapan poin dari Bayern Munich di posisi puncak. Dortmund juga harus kehilangan salah satu bintangnya, Mario Gotze, yang harus menepi hingga tahun depan karena menderita robek pada dua titik di ligamennya.

Jadi, perlu revolusi mental, Dortmund?

Comments