Pemilik klub SS Lazio, Claudio Lotito baru saja mengumumkan gagasan menarik untuk memerangi tindak rasisme dalam sepakbola. Pengusaha berusia 60 tahun itu akan mengirim 200 fans Lazio terpilih setiap tahunnya untuk mengunjungi bekas kamp konsentrasi terbesar milik NAZI di Auschwitz.

Wacana tersebut muncul setelah sejumlah Ultras (fans garis keras) Lazio kembali mengumandangkan nyanyian dan tindakan bernada rasis kala mereka menjamu Cagliari hari Minggu silam hingga salah satu tribun sampai harus ditutup saking parahnya. Setelah laga, ditemukan sejumlah pesan anti-Semit di tribun tersebut. Maka Lazio pun berinisiatif untuk memberikan edukasi bagi para fansnya tentang kekejaman Nazi di era Perang Dunia Kedua.

“Kami disini hari ini dan menjauhkan diri kami dari segala bentuk tindakan xenophobia (ketakutan berlebih terhadap pendatang dari negara lain) dan anti-Semit” ujar Presiden Lotito di sela-sela kunjungannya ke Sinagoga (rumah ibadah orang Yahudi). “Mayoritas fans Lazio pun mendukung pernyataan saya ini. Kami akan melakukan sejumlah inisiatif lain untuk meredam insiden-insiden ini lewat tindakan sehari-hari; seperti mengirim para pemain ke sekolah untuk memberi edukasi tentang peraturan dan melampaui segala jenis hambatan sosial, rasial dan finansial” bebernya kemudian.

“Hari ini, saya secara resmi mengumumkan bahwa Lazio akan ambil bagian dalam kegiatan tahunan baru, mengorganisir kunjungan tahunan ke Auschwitz untuk 200 fans Lazio dengan tujuan mendidik mereka agar tidak melupakan sejumlah episode, jadi mereka bisa tahu apa yang kita bicarakan saat ini” tukas Lotito.

Auschqitz merupakan salah satu kamp genosida bangsa Yahudi terbesar milik partai NAZI Jerman di masa Perang Dunia Kedua. Pimpinan NAZI kala itu, Adolf Hitler, sangat membenci Yahudi dan membantai mereka dalam jumlah besar akibat pemikiran rasisnya bahwa hanya ras Arya lah yang patut untuk hidup dan berkuasa.

Terakhir, Lotito menegaskan bahwa ia dan masa kepemimpinannya tidak memberikan dukungan sedikitpun pada tindakan rasisme, namun ia tak menampik bahwa ada saja oknum-oknum yang ingin mengacau di setiap komunitas, maka ia pun siap berjuang sekuat tenaga demi menghapus hal-hal menyakitkan tersebut.

 

Comments