Tim bidding Piala Dunia Qatar telah membantah keras tuduhan terkait melakukan kampanye kotor untuk meningkatkan peluang mereka menjadi tuan rumah turnamen pada 2022.

Penyelidikan Sunday Times mengatakan bahwa saingan yang juga membuat tawaran untuk menjadi tuan rumah putaran final disabotase oleh Qatar.

Surat kabar itu mengklaim telah melihat bocoran dokumen yang menunjukkan bahwa propaganda palsu seputar tawaran dari Amerika Serikat dan Australia disebarluaskan oleh mantan agen CIA dan sebuah perusahaan hubungan masyarakat atas nama Qatar.

Setiap kampanye seperti itu akan melanggar peraturan FIFA, tetapi Komite Tertinggi untuk Pengiriman & Legasi Qatar telah mengecam tuduhan tersebut dan bersikeras telah sepenuhnya mematuhi badan sepakbola dunia.

“Komite Tertinggi menolak setiap tuduhan yang diajukan oleh Sunday Times,” kata sebuah pernyataan.

“Kami telah diselidiki secara mendalam dan telah datang dengan semua informasi yang terkait dengan tawaran kami, termasuk penyelidikan resmi yang dipimpin oleh pengacara AS Michael Garcia.

“Kami telah secara ketat mematuhi semua aturan dan peraturan FIFA untuk proses penawaran Piala Dunia 2018-2022.”

Persiapan Piala Dunia Qatar telah menuai berbagai kontroversi, dengan kekhawatiran yang timbul tentang dugaan korupsi dan melonjaknya suhu serta berbagai isu di bulan-bulan memasuki musim panas, sementara Amnesty International telah menyatakan kekhawatiran atas perlakuan terhadap pekerja migran di negara tersebut.

Turnamen ini telah dipindahkan ke bulan November dan Desember 2022 untuk menghindari masalah cuaca yang bisa membuat turnamen menghadapi banyak kendala, meskipun ini akan berakibat pada jadwal sepakbola di Eropa.

Komite Agung memperkenalkan pedoman resmi tentang standar kesejahteraan pekerja, yang diperbarui tahun ini setelah berkonsultasi dengan pihak Amnesty dan kelompok hak asasi manusia lainnya.

Setelah dikalahkan oleh Qatar dalam proses perang penawaran untuk turnamen 2022, Amerika Serikat kemudian diberikan hak untuk menyelenggarakan Piala Dunia pada tahun 2026, bersama dengan Kanada dan juga Meksiko.

Tiga negara Amerika Utara itupun berhasil memenangkan penawaran dengan mengalahkan Maroko, yang sudah membuat penawaran sebagai penyelenggara Piala Dunia sejak lama, dan dianggap tidak memenuhi syarat infrastruktur dan logistik untuk acara sepakbola terbesar di dunia.

Comments