Kaka

Kaka menolak kesempatan ketiga kalinya berseragam AC Milan memutuskan pensiun dari sepak bola profesional.

Gelandang serang asal Brasil – merupakan orang terakhir yang memenangkan Ballon d’Or sebelum Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mendominasi – mengkonfirmasi keputusannya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada awal pekan ini.

Pria 35 tahun itu menyelesaikan konteaknya bersama klub MLS, Orlando City, pada bulan Oktober dan kembali ke Sao Paulo dianggap sebagai satu-satunya pilihan untuk melanjutkan waktu bermain sepakbola.

Tapi Kaka mengatakan kepada Globo (19/12/2017) bahwa dia berniat untuk mengisi peran sebagai direktur olahraga dalam sebuah klub dan mengungkapkan sebuah proposal dari Milan adalah yang paling kongkret.

“Sekarang saya akan mempersiapkan diri untuk melanjutkan karir di dunia sepakbola dan dengan tugas lain, cukup jelas bahwa saya tidak akan datang sebagai pemain profesional,” kata mantan juara Piala Dunia, Liga Champions, Serie A dan LaLiga tersebut.

“Saya ingin bergabung dengan klub sebagai direktur olahraga, seseorang yang berdiri di antara lapangan dan klub. Saya Sudah lama menjadi pemain profesional dan saya ingin mempersiapkan peran baru ini, saya ingin melihat karir berbeda.

“Fakta bahwa saya meraih banyak kesuksesan sebagai pemain profesional tidak berarti saya akan menjadi direktur yang baik, jadi saya ingin mempersiapkannya mulai sekarang, belajar, memantau, lebih dekat ke beberapa klub, terutama di tempat saya bermain.

“Milan telah membuat proposal ini (bermain sebelum menjadi direktur) sehingga saya memikirkan potensi ini, dan saya tahu klub ini sangat dekat dengan saya. Dan ini yang akan saya persiapkan.”

Kaka menjelaskan bahwa ia telah meluangkan waktu untuk menonton pertandingan di Eropa – termasuk kemenangan Milan atas Austria Vienna di Liga Europa bulan lalu – sejak meninggalkan Amerika Serikat untuk mengetahui apakah dirinya masih bersemangat menginjakkan kaki di lapangan. namun mantan pemain timnas Brasil itu merasa butuh lebih banyak waktu untuk bercermin dan berdoa.

“Saya perlu beberapa waktu untuk berpikir dan membuat keputusan yang sangat tepat, sangat tenang dan sangat sadar akan apa yang saya inginkan untuk kehidupan profesional saya,” dia menambahkan.

“Lalu saya bertanya kepada beberapa orang yang sangat dekat, orang tua saya, saudara laki-laki saya, pacar saya dan istri saudara laki-laki saya. Saya juga sering berdoa.

“Saya pergi ke Eropa untuk melihat beberapa pertandingan dan merasakan kegembiraan dari disana, di mana sepakbola benar-benar sampai ke potensi penuhnya. Dengan sadar saya sampai pada kesimpulan bahwa inilah saat untuk mengakhiri karir saya sebagai pemain profesional.”

Comments