Seperti halnya di cabang olahraga lain, sepakbola mengenal sistem pergantian pemain, yang bertujuan untuk memberikan tenaga baru ke tubuh tim di menit-menit akhir, atau langsung mengganti pemain yang cedera di tengah pertandingan. Meski mengawali laga dari bangku cadangan, bukan berarti para pengganti tidak bisa memberi kontribusi; sebaliknya, mereka tak jarang bisa jadi penentu hasil akhir. Sejak beberapa dekade silam, media sudah mengenal istilah ‘supersub’; yang merujuk pada mereka yang memang lebih mampu bermain maksimal dari bangku cadangan, contoh paling populer adalah legenda Manchester United asal Norwegia, Ole Gunnar Solksjaer. Berikut kami beberkan sebelas pemain paling efektif di Liga Primer Inggris musim ini kala mengawali laga sebagai substitusi.

 

11. Erik Lamela (Tottenham Hotspur)

Total Waktu Bermain (TWB)*: 183 menit

Kontribusi : 3 assist

Setelah sempat absen lama karena cedera panjang, Erik Lamela akhirnya perlahan bisa mulai kembali bermain rutin meski belum bisa diturunkan secara penuh. Namun kendati sering dipasang sebagai pengganti, Lamela bisa membukukan tiga assist bagi timnya sejauh ini. Hasil yang lumayan untuk seorang pemain yang sebelumnya sempat dianggap ‘hilang’ oleh superter klubnya sendiri

*Sebagai pemain pengganti

 

10. Roberto Pereyra (Watford)

TWB : 381 menit

Kontribusi : 1 gol, 2 assist

Sejak didatangkan dari Juventus di awal musim, pelatih Watford Marco Silva dan penggantinya Javi Garcia rupanya sama-sama sepakat bahwa Roberto Pereyra menunjukkan performa maksimal jika dimainkan dari bangku cadangan, dan mereka nampaknya tidak salah. Pereyra mencatat sebuah gol dan dua assist bagi The Hornets dari 14 kali diturunkan di tengah pertandingan; termasuk masing-masing 1 gol dan 1 assist saat Watford menghancurkan Chelsea dengan skor 4-1 belum lama ini.

 

9. Gabriel Jesus (Manchester City)

TWB : 213 menit

Kontribusi : 1 gol, 2 assist

Andai fisik Gabriel Jesus tidak serapuh saat ini, mungkin pelatih Pep Guardiola harus mengalami migren setiap minggu untuk menentukan apakah dia atau Sergio Aguero yang akan dipasang sebagai ujung tombak. Namun dengan keadaan seperti sekarang, Jesus justru menguntungkan bagi City. Ia kerap dimasukkan kala Aguero sudah mulai terlihat kelelahan, dan mampu menampilkan permainan yang sama untuk mengacaukan barisan pertahanan lawan. Dampaknya, 1 gol dan 2 assist telah dibukukan pemuda asal Brasil tersebut.

 

8. Alvaro Morata (Chelsea)

TWB : 80 menit

Kontribusi : 1 gol, 2 assist

Morata sesungguhnya lebih sering dipasang sebagai starter oleh Chelsea, terutama jika sedang fit. Namun jika tidak pun, ia membuktikan diri mampu untuk bermain sebagai substitusi. Dari tiga laga yang telah dijalaninya dari bangku cadangan sejauh ini, Morata mampu membukukan 1 gol serta 2 assist, termasuk yang dibuat di laga debutnya dimana ia mencetak 1 gol serta 1 assist meski akhirnya gagal menghindarkan The Blues dari kekalahan.

 

7. Bernardo Silva (Manchester City)

TWB : 222 menit

Kontribusi : 2 gol, 2 assist

Moncer di AS Monaco, Bernardo Silva sayangnya belum mendapat banyak kesempatan merumput secara penuh di City. Dari 26 laga yang telah dijalaninya, 16 dimulai dari bangku cadangan. Kendati demikian, winger asal Portugal itu berupaya keras dan memberikan yang terbaik di setiap laga, hingga ia mampu menceploskan dua gol serta 2 assist. Silva mencetak satu gol sebagai substitusi di laga kontra Liverpool, namun saying gagal menghindarkan timnya dari kekalahan.

Advertisement

 

6. Troy Deeney (Watford)

TWB : 129 menit

Kontribusi : 2 gol, 2 assist

Saat ini, Troy Deeney memang sudah tidak lagi berstatus sebagai ‘supersub’, karena sudah kembali fit 100% dan dipercaya lagi untuk memegang ban kapten. Namun ketika ia bermain sebagai pengganti di awal musim, Deeney menggila dan terbukti sangat sulit untuk dibendung lini pertahanan lawan yang sudah terkuras tenaganya. Pemain berusia 29 tahun itu berkontribusi maksimal pada laga kontra Arsenal yang dimenangkan oleh Watford; dimana Deeney mencetak gol penyama kedudukan.

 

5. Peter Crouch (Stoke City)

TWB : 268 menit

Kontribusi : 3 gol

Di usia yang nyaris memasuki kepala 4, si jangkung Peter Crouch masih memiliki taji di hadapan gawang lawan. Uniknya, meski telah bermain sebagai starter di Sembilan laga musim ini, namun tiga gol Crouch semuanya tercipta saat ia masuk di tengah laga untuk menggantikan rekannya. Sepertinya karena kondisi fisik yang sudah tak lagi prima, pelatih Stoke memang sebaiknya memasang Crouch sebagai ‘Supersub’ untuk menjaga kondisinya.

 

4. Olivier Giroud (Arsenal, Chelsea)

TWB : 338 menit

Kontribusi : 4 gol

Minimnya jam bermain membuat Giroud akhirnya memilih untuk mengucapkan selamat tinggal pada Arsenal di bulan Januari silam. Bayangkan saja, pada musim ini Giroud baru dimainkan sebagai starter di pertengahan Desember. Hebatnya, ia mampu membuktikan diri dan 4 kali membobol gawang lawan sebagai punggawa pengganti. Sayang hal tersebut belum dapat ia ulangi di klub barunya saat ini, Chelsea.

 

3. Jesse Lingard (Manchester United)

TWB : 218 menit

Kontribusi : 3 gol, 2 assist

Dari 10 kali bermain sebagai substitusi musim ini, Jesse Lingard telah membuat kontribusi langsung terhadap lima gol Manchester United, untuk sekaligus membungkam kritik yang kerap menderanya. Terakhir, Lingard mencetak gol penentu kemenangan Setan Merah atas rival sengitnya, Chelsea, yang membuatnya semakin berhak menyandang julukan ‘titisan Solksjaer’. Omong-omong, perayaan golnya di laga tersebut juga keren. Wakanda Forever!

 

2. Oumar Niasse (Everton)

TWB : 208 menit

Kontribusi : 4 gol, 1 assist

Meski namanya masih sayup-sayup di bawah radar, kualitas permainan Oumar Niasse tidaklah sembarangan. Secara total, ia telah mencetak tujuh gol bagi The Toffees musim ini; empat di antaranya kala dimainkan sebagai pengganti. Salah satu gol terpentingnya dari bangku cadangan adalah ketika Everton berhasil meraih tiga poin vital atas Bournemouth dengan skor 2-1 di bulan September tahun silam.

 

1. Anthony Martial (Manchester United)

TWB : 170 menit

Kontribusi : 4 gol, 2 assist

Satu lagi pemain ‘underdog’ yang kalah pamor dibanding rekan setimnya, Anthony Martial terus memberikan kontribusi penting bagi Manchester United, tak peduli ia dimainkan sejak awal ataupun tidak oleh Jose Mourinho. Setiap kali diturunkan, permainan Martial di lini depan acapkali menjadi momok bagi lini pertahanan lawan, yang sering bisa ditembusnya. Secara statistik, Martial pun sangat apik. Ia mencetak tiga gol pertamanya sebagai substitusi musim ini hanya dalam total waktu 27 menit, dan terakhir menjebol gawang Hugo Lloris untuk menghantar United menang atas Tottenham Hotspurs sebagai pemain pengganti. Tak hanya satu; United rupanya telah memiliki dua ‘titisan Solksjaer’ saat ini dalam wujud Martial dan Jesse Lingaard.

Advertisement
Comments