Menjelang pertandingan di babak kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia, pemilihan pemain Timnas Indonesia dipertanyakan netizen pecinta Timnas Indonesia. Menjawab tuduhan soal pemilihan pemain, Indra Sjafri meminta publik dan netizen tidak menghakimi pemain yang dipanggil Timnas Indonesia senior.

Tim nasional Indonesia senior sudah memulai pemusatan latihan (TC) pada 1 Mei 2021 lalu. TC ini sebagai persiapan menghadapi tiga pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 grup G di Uni Emirat Arab (UEA). Untuk itu, pelatih Shin Tae-yong memanggil 34 nama pemain untuk mengikuti TC. AFC sebelumnya telah memilih UEA sebagai lokasi sentralisasi lanjutan Kualifikasi Piala Dunia untuk Grup G. Indonesia akan melawan Thailand pada 3 Juni, lalu Vietnam 7 Juni, dan terakhir UEA pada 11 Juni.

Beberapa pemain mengalami masalah, sehingga tak bisa membela Timnas Indonesia. Shin Tae-yong pun memanggil beberapa pemain baru. Salah dua yang dipanggil adalah Arthur Irawan dan Nur Hidayat.

Advertisement

Pemanggilan 2 pemain baru tadi, mendapat sorotan dari publik pecinta Timnas Indonesia. Banyak rumor beredar di media. Tak ingin menjadi polemik, Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, meminta publik sepakbola Indonesia tak boleh menghakimi dan mendeskripsikan pemain Timnas yang dipanggil. Indra Sjafri menegaskan pemain punya peluang yang sama untuk menjalani seleksi.

“Sekali lagi kami meminta publik jangan mendeskripsikan kualitas satu atau dua pemain. Hal ini karena semua pemain punya kesempatan yang sama untuk dilihat kemampuannya. Lagi pula ini masih proses seleksi. Keputusan ada pada Shin Tae-yong,” kata Indra Sjafri, dikutip Bolazola dari laman resmi PSSI.

Indra Sjafri menegaskan Timnas Indonesia membutuhkan pemain di posisi full back. Hal ini membuat Shin Tae-yong memanggil Arthur Irawan.

“Kami membutuhkan pemain di posisi full back (bek sayap). Kami diberikan sejumlah nama pemai, akhirnya dipilihlah Arthur Irawan. Apalagi yang bersangkutan dalam kondisi fit dan bugar,” tambah Indra Sjafri.

Advertisement
Comments