Borneo FC menelan kekalahan pada tengah pekan lalu. Menjamu Persela Lamongan, Borneo FC kalah dengan skor 1-2. Imbas dari kekalahan ini, manajemen Borneo FC memberikan peringatan kepada pemain yang dianggap kurang bergairah saat bermain.

Pertandingan pekan ke-29 Liga 1 antara Borneo FC melawan Persela Lamongan digelar di di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur,  Rabu (27/11). Bermain dikandang sendiri, Borneio FC tertinggal dua gol melalui aksi dari Rafinha dan Hirose.

Menjelang laga berakhir, Borneo FC dapat memperkecil ketertinggalam melalui penalti dari Matias Conti. Hanya saja, hingga akhir laga, tak ada gol yang tercipta lagi. Borneo FC kalah dari Persela Lamongan dengan skor 1-2.

Kekalahan ini meneruskan tren permainan yang menurun dari Borneo FC dalam 5 laga terakhir. Tercatat, Borneo FC hanya meraih sekali kemenangan, sekali imbang dan 3 kali menelan kekalahan. Borneo FC masih berada di posisi kedua dengan mengumpulkan 45 poin.

Melihat Borneo FC kalah dari Persela Lamongan, manajemen memberikan respon yang cukup keras. Menurut Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, meminta pemain untuk bermain lebih baik maksimal.

“Saya katakan kepada pemain usai lawan Persela, jangan hanya berkata siap karena ingin mengejar bonus. Perlihatkan kesiapan itu dengan bermain maksimal,” ujar Dandri Dauri, dikutip dari laman resmi Borneo FC.

Demi meraih hasil baik di sisa laga, manajemen akan membuat aturan baru. Salah satunya adalah pembatasan jam keluar dari mess. Selain itu, telepon genggam pemain pun bisa disita saat akan bertanding. Sebab diakuinya, seluruh pemain kerap terlihat asyik bermain handphone di malam hari, padahal keesokannya mereka harus bertanding.

“Harusnya aturan ini tak perlu kami berlakukan, karena mereka semua pemain profesional. Tapi kalau keadaannya seperti ini, mau tak mau aturan keras kami terapkan,” tambah Dandri Dauri.

Dandri Dauri juga sudah berkomunikasi dengan pelatih Borneo FC, Mario Gomez. Ditegaskan, tak ada anak emas dalam skuad Borneo FC. Soal taktik, Dandri Dauri tetap memberikan kebebasan kepada pelatih kepala.

“Saya tegaskan ke pelatih, tidak ada pemain bintang apalagi anak emas dalam tim. Mereka boleh dekat dengan pelatih, manajer, manajemen lain bahkan presiden klub. Tapi soal teknis di lapangan semuanya kewenangan pelatih dan saya percaya itu,” pungkas Dandri Dauri.

Comments