Tidak seperti biasanya staf pemandu bakat Bayern Munchen rela jauh-jauh ke Amerika Serikat untuk berusaha mendatangkan salah satu bintang muda klub Vancouver Whitecaps, Alphonso Davies ke Allianz Arena. Namun belakangan tersiar kabar transfer tersebut urung terjadi karena harga yang dipatok klub untuk sang remaja dianggap kemahalan oleh Die Roten.

Lewat akun twitternya jurnalis kenamaan Sport Bild, Christian Falk menyebut bahwa Vancouver menginginkan bayaran yang lebih tinggi dari 10 juta Euro, dan ini disebutnya terlalu mahal bagi Bayern. Davies sebelumnya sempat menjadi sorotan media sepakbola setelah menjadi pemain pertama kelahiran di atas tahun 2000 yang bermain di MLS (Liga Amerika Serikat) pada tahun 2016 silam. Kendati baru berusia 17 tahun, saat ini Davies telah bermain sebanyak 68 kali untuk Vancouver Whitecaps dan mengumpulkan 6 caps bersama tim nasional Kanada.

Bersama Kanada pula lah Davies menjadi salah satu bakat muda paling bersinar di ajang Gold Cup tahun 2017. Pemain keling itu mencetak total 3 gol dan meraih penghargaan Golden Boot serta dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik di turnamen tersebut.

Performa Davies membuatnya kemudian mulai dibidik sejumlah klub elit Eropa, diantaranya Manchester United, Chelsea, Liverpool dan Bayern Munchen. Kendati menjadi yang terdepan dalam perburuan jasa Davies, namun agaknya harga terlampau tinggi yang diminta Vancouver Whitecaps akan membuat The Bavarian mundur teratur.

Sesungguhnya, jika menilik dari aktivitas bursa transfer dewasa ini, angka 10 juta Euro bukanlah harga yang ‘mewah’, bahkan tergolong kecil, dan Vancouver hanya mengikuti ‘tren’ serta mencoba untuk mendapatkan keuntungan sebesar mungkin dari pemain yang disebut sebagai bakat terbaik di sepakbola Kanada tersebut.

Comments