Finansial Paris Saint-Germain akan kembali dinilai oleh Badan Kontrol Keuangan Klub (CFCB), dimana hal itu telah dikonfirmasi oleh UEFA.

Kepala penyelidik CFCB sebelumnya menutup investigasi tentang apakah PSG melanggar peraturan financial fair play UEFA (FFP).

Tetapi ketua CFCB kemudian mengumumkan keputusan akan dinilai oleh CFCB Adjudicatory Chamber. Dan UEFA mengkonfirmasi pada hari Senin bahwa CFCB akan sekali lagi memeriksa keuangan PSG untuk menilai apakah klub itu melanggar peraturan FFP.

Pernyataan UEFA mengatakan: “Mengikuti keputusan Kepala Investigator CFCB untuk menutup penyelidikan ke Paris Saint-Germain dan keputusan selanjutnya dari ketua CFCB untuk mengirimnya untuk ditinjau oleh CFCB Adjudicatory Chamber, yang terakhir memutuskan pada 19 September, dan hari ini mengumumkan keputusannya untuk merujuk kembali kasus tersebut ke CFCB Adjudicatory Chamber untuk penyelidikan lebih lanjut.”

PSG memecahkan rekor transfer dunia dengan menandatangani Neymar dari Barcelona senilai € 222 juta pada Agustus tahun lalu.

Juara Ligue 1 itu juga menghabiskan dana hingga € 180 juta untuk mendatangkan pemain muda timnas Prancis Kylian Mbappe dari AS Monaco di bulan yang sama.

Advertisement

Kesepakatan itu merupakan langkah pinjaman satu musim awal yang secara luas dianggap sebagai upaya untuk memastikan masalah finansial PSG memenuhi peraturan FFP.

Pengeluaran PSG untuk musi8m 2018-19 lebih diredam, dengan kedatangan termasuk Thilo Kehrer dan Juan Bernat, sementara Gianluigi Buffon dan Eric Maxim Choupo-Moting didatangkan dengan nilai transfer gratis.

Sedangkan dana yang didapat melalui penjualan pemain termasuk Goncalo Guedes, Javier Pastore, Yuri Berchiche dan Odsonne Edouard.

Beberapa musim lalu, PSG sempat tersangkut masalah finansial karena tidak ada keseimbangan antara pemasukan dan juga pengeluaran dari pembelian pemain, dan itu berdampak pada skuad yang bisa didaftarkan di Liga Champions.

Dan dengan peraturan yang memberi jangka waktu untuk mengimbangi akun finansial, kini UEFA berharap klub-klub bersangkutan yang memiliki masalah dari FFP bisa memenuhi standar yang ditetapkan, termasuk PSG yang diketahui dimiliki oleh investor kaya raya asal Timur Tengah, dimana berhasil mengubah wajah PSG sejak tahun 2011.

Advertisement
Comments