Kylian Mbappe mencetak dua gol saat Paris Saint-Germain mengalahkan Bayern Munich dengan skor 2-3 dalam pertandingan leg pertama babak delapan besar Liga Champions pada Kamis dini hari (8/4/2021).

Dua gol dari Mbappe dan satu gol dari Marquinhos membuat raksasa Perancis meraih kemenangan, sedangkan Eric Maxim Choupo-Moting dan Thomas Muller mencetak gol hiburan bagi raksasa Bavaria.

PSG unggul hanya tiga menit setelah peluit babak pertama dibunyikan dengan serangan balik cepat yang berhasil dieksekusi Mbappe setelah Neymar mengarahkan bola ke jalurnya dari sisi sebelah kanan.

Tim tamu mencetak gol pada menit ke-12 melalui Julian Draxler, tetapi hakim garis menyatakan Mbappe sudah dalam offside dalam membangun serangan.

PSG unggul dua gol setelah 28 menit ketika Marquinhos dengan tenang menyarangkan bola ke gawang Bayern dengan memanfaatkan umpan Neymar yang membuat lini belakang tim tuan rumah keluar dari posisinya.

Bayern, yang menembakkan banyak bola ke arah gawang PSG sepanjang pertandingan, mencetak gol melalui Choupo-Moting pada menit ke-37, dan menambahkannya pada menit ke-60 dengan sundulan Muller.

Bagaimanapun, Mbappe membuat Parisians membawa keunggulan 8 menit kemudian dengan aksi individu luar biasa dari serangan balik lainnya sekaligus menaklukkan Manuel Neuer.

Advertisement

Gol-gol tersebut adalah yang ke-7 bagi Mbappe bersama PSG di fase gugur Liga Champions, melewati Zlatan Ibrahimovic paling banyak dalam sejarah PSG.

Brace itu juga menyamai pencapaian striker Borussia Dortmund Erling Haaland yang mencetak gol terbanyak sebelum usia 23 tahun dalam sejarah kompetisi.

“Itu adalah pertandingan yang sulit, melawan tim terbaik di Eropa saat ini,” kata Mbappe usai pertandingan. “Tapi ini baru pertandingan pertama. Minggu depan kami harus bermain dengan percaya diri dan bermain lagi seperti sebuah tim.

“Itu adalah penampilan yang luar biasa di atas segalanya, dan saya diuntungkan dari itu. Kami menderita, tetapi kami menderita sebagai sebuah tim.”

Thomas Muller gagal memanfaatkan sejumlah peluang dan mengungkapkan perasaannya usai pertandingan.

“Kami seharusnya mencetak lebih banyak gol,” kata Muller. ‚ÄúTentu saja kami bisa berbicara tentang kebobolan, tetapi jika Anda menang 6-3 atau 5-3 maka tidak ada yang bisa mengeluh.

“Jika kami telah menunjukkan naluri pembunuh yang menjadi ciri kami, maka itu akan menjadi pertandingan yang berbeda.”

Advertisement
Comments