Seperti halnya berbagai aspek kehidupan, sepakbola modern pun tengah mengalami masa transisi dari era Cristiano Ronaldo-Lionel Messi yang tak akan pernah terlupakan. Namun jangan sedih karena sepeninggal dua nama besar tersebut, sudah ada banyak punggawa muda yang siap meramaikan lapangan hijau dengan talenta dan karakteristik yang mereka miliki. Khususnya di Liga Eropa, masa ini adalah masa yang paling menarik untuk disimak karena banyaknya pemain muda bertalenta, atau yang biasa disebut ‘wonderkid’, mencuri perhatian dengan kemampuan alami mereka masing-masing. Berikut Bolazola coba rangkum sepuluh wonderkid yang mengawali musim 2018/2019 dengan gemilang di empat liga top Eropa (Inggris, Spanyol, Italia, Prancis). Adakah yang menjadi pemain favorit kamu?

10. David Brooks (Bournemouth) 

Posisi : Gelandang

Umur : 21 Tahun

Kita harus mengapresiasi keberanian pelatih Eddie Howe dalam memberi kepercayaan pada David Brooks untuk menjadi dinamo tim utama. Pemuda asal Wales itu lebih sering menghuni bangku cadangan kala masih membela Sheffield di divisi Championship.

Tidak butuh waktu lama bagi Brooks untuk kemudian membuktikan pada sang pelatih bahwa ia memang pantas menghuni kesebelasan inti. Gaya permainannya yang direct dan bernaluri menyerang telah membuat lini belakang lawan kelimpungan dengan teknik passing, dribbling serta tendangan yang dimilikinya. Sejauh ini, Brooks sudah mencetak 3 gol dari 11 laga Liga Primer Inggris.

 

9. Trent Alexander-Arnold (Liverpool)

Posisi : Bek Sayap Kanan

Umur : 20 Tahun

Kendati Jurgen Klopp terus melakukan pembelian besar-besaran di bursa transfer (di luar filosofi yang dia anut semasa melatih di Jerman), namun tak bisa dipungkiri kehebatan akademi Liverpool untuk memproduksi pemain berkualitas dunia, salah satunya Trent Alexander-Arnold.

Selepas turut membela Inggris putaran final Piala Dunia Rusia, Alexander Arnold terus menampilkan performa gentas yang membuatnya sulit tergantikan di sisi kanan pertahanan The Reds. Ia menjadi sosok kunci yang memudahkan transisi bertahan ke menyerang pada skema Gegenpressing nan rumit dari Klopp. Pada laga persahabatan terakhir Inggris kontra Amerika Serikat, pemuda kelahiran West Derby ini diturunkan penuh oleh Gareth Southgate dan mencetak satu gol manis yang membawa Three Lions menang dengan skor 3-0.

 

8. Rodrigo Bentacur (Juventus)

Posisi : Gelandang

Umur : 21 Tahun

Cederanya sejumlah pemain lini tengah andalan Juventus rupanya menjadi berkah tersendiri bagi Rodrigo Bentacur. Pemain asal Uruguay itu pun bisa menunjukkan kebolehannya sebagai pengatur tempo dan penyeimbang antar lini di tengah absennya para kompatriot senior.

Perhatian media yang tersedot pada Cristiano Ronaldo pun membuat Bentacur dengan tenang mampu mengembangkan kemampuannya. Di usia yang baru menginjak kepala 2, ia sudah memiliki kematangan dan ketahanan fisik yang luar biasa matang. Kini Bentacur pun dipercaya pelatih Max Allegri untuk tampil reguler, dan para penggemar Bianconeri tak bisa protes melihat performa klub yang kerap positif acapkali sang pemuda dimainkan.

 

7. Federico Chiesa (Fiorentina)

Posisi : Sayap Kiri / Striker

Umur : 21 tahun

Sepertinya hanya tinggal tunggu waktu sampai ada klub elit Eropa yang mampu ‘merebut’ Chiesa dari dekapan Fiorentina. Pasalnya pemain berpaspor Italia tersebut telah berevolusi menjadi lebih dari sekedar sayap berkelas dunia, dengan aksi-aksi tak terduga di tepi lapangan yang memberi mimpi buruk bagi siapapun yang ditugaskan menjaganya.

Di usia 21 tahun, Chiesa masih memiliki banyak waktu untuk berkembang dan menjadi semakin hebat. Startnya yang gemilang di awal musim bersama La Viola pun menunjukkan bahwa putra legenda Serie-A, Enrico Chiesa itu, bisa melampaui pencapaian sang ayah sendiri.

 

6. Rodri (Atletico Madrid)

Posisi : Gelandang Bertahan

Umur : 22 Tahun

Setelah angkat nama dengan Villareal, Rodri kemudian memutuskan untuk kembali ke klub masa kecilnya, Atletico Madrid di bursa transfer musim panas silam. Sejauh ini pun, jangkar tangguh yang baru saja dipanggil membela timnas Spanyol itu berhasil membuktikan bahwa ia pantas dihargai dengan banderol sebesar 25 juta Euro.

Dibekali fisik tangguh, visi serta kemampuan melakukan intersep di atas rata-rata, Rodri bisa menjadi kunci Atletico untuk mendominasi lini tengah serta menantang Real Madrid dan juga Barcelona sebagai kandidat jawara La Liga musim ini.

Advertisement

 

5. Pedro Porro (Girona)

Posisi : Bek Sayap

Umur : 19 Tahun

Di bursa transfer musim panas lalu, sejumlah tim elit diketahui memantau ketat punggawa muda Girona, Pedro Porro, namun bek sayap multifungsi itu memutuskan untuk tetap tinggal, dan mengawali musim ini dengan penampilan apik.

Piawai melakukan tekel serta dribling sama baiknya, Porro telah mengembangkan kemampuannya menjadi seorang Wing Back jempolan yang mampu naik hingga ke jantung pertahanan lawan dan memberikan umpan-umpan manis ke tengah lapangan untuk menciptakan peluang bagi rekan-rekannya. Jangan heran jika musim depan namanya sudah tercetak di kaus salah satu tim raksasa Eropa favorit kamu.

 

4. Jadon Sancho (Borussia Dortmund)

Posisi : Sayap

Umur : 18 Tahun

Jebolan akademi Manchester City (yang pasti kini sedikit menyesal melepasnya), Jadon Sancho mengawali invasi pemain asal Britania Raya di ranah Jerman kala memutuskan untuk menerima pinangan Borussia Dortmund. Banyak pengamat yang memprediksi bahwa sang pemuda hanya akan menjadi pemain tim cadangan sebelum dilepas untuk menjalani karir sepakbola semenjana, namun dugaan itu nyatanya salah besar.

Lebih sering didapuk pelatih Lucian Favre sebagai pengganti, Sancho malah tampil hebat dan telah menorehkan empat gol serta enam assist. Alih-alih menjadi ‘another flop’, bintang Sancho berpijar terang dan membuatnya menjadi salah satu bakat muda paling diperbincangkan Eropa saat ini. Dortmund pun benar-benar harus berupaya mempertahankan sang bintang dari kepungan tim besar lainnya di akhir musim.

 

3. Ibrahima Konate (RB Leipzig)

Posisi : Bek Sentral

Umur : 19 Tahun

Jumlah pemain muda bertalenta asal Prancis yang sebetulnya sudah sangat melimpah semakin bertambah dengan kehadiran Ibrahima Konate. Palang pintu belia itu telah menjadi andalan utama di jantung pertahanan RB Leipzig yang mengangkasa di Bundesliga sejak beberapa tahun terakhir dan mencatat rekor sebagai tim dengan pertahanan terbaik di seantero Jerman saat ini. Di tiga laga terakhir, Leipzig tak pernah kebobolan kala Konate dimainkan secara penuh.

Meski saat ini duet lini tengah masih lebih dipercayakan pada Willi Orban dan wonderkid lainnya, Dayot Upomecano, namun percayalah jika Konate juga siap mengangkasa di kancah sepakbola dunia, meski nantinya harus mengenyam kesuksesan tersebut bersama klub lain.

 

2. Jonathan Bamba (Lille)

Posisi : Sayap / Gelandang Tengah

Umur : 22 Tahun

Secara mengejutkan, Lille mampu tampil gentas di Ligue 1 Prancis dan kini menempati posisi kedua klasemen sementara di bawah Paris Saint-Germain, meski dengan selisih 13 poin. Sayah satu sosok vital dibalik penyerangan Lille adalah Jonathan Bamba, yang terus memberikan kontribusi maksimal lewat kecepatan serta kemampuan dribel dan naluri mencetak golnya.

Bamba, yang merupakan jebolan akademi legendaris Saint Ettienne, diboyong pelatih Christophe Galtier yang notabene menangani klub tersebut tahun lalu sebelum hijrah ke Lille. Di bawah asuhan manajer yang sudah dikenal dan mengenalnya, Bamba pun bisa bermain nyaman di tim utama dan sejauh ini telah mengemas tujuh gol dari 13 laga.

 

1. Kylian Mbappe (Paris Saint-Germain)

Posisi : Striker

Umur : 19 Tahun

Rasanya sungguh tak lengkap bila membuat daftar ini tanpa kehadiran seorang Kylian Mbappe. Bukan sekedar hype, ujung tombak andalan Paris Saint-Germain ini telah membuktikan bahwa ia memang pantas dihargai tinggi dengan kemampuannya di lapangan.

Mbappe sejauh ini telah mengemas 11 gol dan membuat PSG bisa melanjutkan dominasinya di kancah domestik Prancis tanpa terbendung. Kecepatan, insting serta tendangan akurat yang dimilikinya bahkan bisa meredam aura kebintangan seorang Neymar Jr. (yang rumornya mulai tidak betah tersisih dan berniat hengkang). Jika bisa meraih trofi Liga Champion dalam waktu dekat, maka Mbappe bisa melengkapi pundi-pundi kejayaannya sebelum pindah dengan harga transfer yang lebih ‘gila’ lagi dan menjadi penanda sebuah era baru sepakbola modern setelah periode Messi-Ronaldo.

 

 

 

Advertisement
Comments